Carik Bohol Resmi Dipecat usai Divonis Korupsi Dana Kalurahan
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Pantai Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari sejak tiga hari lalu panen ikan. Sekali melaut bisa mendapatkan tangkapan dengan berat mencapai dua kuintal.
“Sekarang sedang musim teri dan nelayan di pantai Selatan sedang panen,” kata Nelayan di Pantai Baron, Mardi saat dihubungi wartawan, Selasa (27/5/2025).
Menurut dia, panen ikan ini merupakan momen yang ditunggu-tunggu nelayan. Terlebih lagi, dalam beberapa waktu terakhir sering terjadi kenaikan gelombang sehingga mengganggu aktivitas nelayan.
BACA JUGA: Cuaca Buruk di Laut Bikin Nelayan Gunungkidul Paceklik, Penghasilan Anjlok sampai 70%
Adapun ikan yang ditangkap bervariasi mulai dari tongkol, panjung pari. Namun, Mardi mengakui tangkapan terbanyak dari jenis teri yang melimpah.
“Paling sedikit dapat 30 kilogram, tapi untuk saat ini hasil yang diperoleh melimpah,” katanya.
Disinggung mengenai harga jual, Mardi berpendapat sangat bagus karena dihargai Rp50.000-60.000 per kilonya. Diharapkan hasil panen yang melimpah bisa menjadi berkah bagi nelayan untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Mudah-mudahan hasil tangkapan bisa terus bagus,” ungkapnya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, dalam waktu beberapa hari terakhir hasil tangkapan nelayan sedang bagus. Ikan yang diperoleh melimpah dalam sekali tangkap.
Meski demikian, ia meminta kepada nelayan tetap berhati-hati saat beraktivitas di laut. Menurut dia, keselamatan merupakan hal utama sehingga harus membawa alat pelindung diri saat menangkap ikan.
“Kami terus mengimbau untuk menggunakan pelampung. Ini penting karena bisa menjadi penyelemat saat terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan,” katanya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi membenarkan di kawasan pantai selatan sedang panen ikan. Hal ini terlihat dari hasil tangkapan nelayan yang memeroleh tangkapan yang banyak dari biasanya.
“Ikan yang ditangkap didominasi jenis teri,” kata Wahid.
Menurut dia, kemunculan ikan teri lebih cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, ikan jenis ini kebanyakan muncul saat peralihan dari kemarau ke penghujan atau sekitar September-Oktober.
“Tapi sekarang sudah muncul dan hasil tangkapan nelayan melimpah dengan hasil tangkapan bisa mencapai dua kuintal sekali melaut,” katanya.
Wahid memperkirakan panen teri berlangsung selama dua bulan. Kemuncula ikan ini juga menjadi penanda munculnya ikan layur sehingga akan sangat menguntungkan nelayan.
“Ikan layur merupakan pemangsa ikan teris. Jadi setelah teri, biasanya akan muncul layur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Perubahan tampak pada pembaruan Grand Vitara, yaitu penyematan Electronic Parking Brake yang menggantikan sistem tuas rem parkir mekanis pada keluaran sebelumny
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.