Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Ilustrasi buaya. Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Bantul mengimbau kepada warga yang ada di wilayahnya untuk waspada dan tidak beraktivitas di sekitar sungai. Imbauan ini disampaikan menyusul adanya penampakan seekor buaya di Sungai Progo, tepatnya di wilayah Padukuhan Juwono.
Lurah Triharjo, Suwardi mengatakan kemunculan buaya dilaporkan seorang warga Juwono pada Minggu siang (1/6/2025), saat sedang mengumpulkan pasir secara manual di tepi sungai.
“Iya, betul. Kemarin siang muncul buaya di Sungai Progo, Juwono. Warga yang sedang mengumpulkan pasir melihat langsung keberadaan buaya itu,” ujarnya, Senin (2/6/2025).
Suwardi menyebut, penampakan kali ini lebih jelas dibanding laporan serupa pada pertengahan Mei lalu. Warga bahkan sempat merekam video kemunculan buaya tersebut.
BACA JUGA: Lurah Pastikan Video Viral Buaya di Sungai Progo Bukan Hoax
“Saya sudah mengimbau warga agar lebih hati-hati dan tidak sendirian saat berkegiatan di Sungai Progo, karena banyak warga yang biasa mencari rumput atau pasir di sana,” katanya.
Ia memastikan, berdasarkan laporan warga, buaya yang terlihat kali ini diduga sama dengan yang sempat muncul sebelumnya. Ukurannya pun dikatakan serupa.
Pihak Kalurahan telah berkoordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pemantauan dan memberikan edukasi kepada warga. Namun hingga kini, belum ada penanganan resmi dari instansi terkait.
“Kami harap BKSDA segera menangani ini karena ini sudah kedua kalinya muncul,” ujar Suwardi.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jogja Dyah Sulistyari menyampaikan bahwa sejak terbitnya Undang-Undang (UU) No. 32/2024 Perubahan Atas UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, kewenangan penanganan buaya berpindah ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Untuk buaya sekarang kewenangannya ada di KKP. Namun BKSDA tetap mendukung di lapangan, komando tetap di KKP,” kata Dyah.
Meski demikian, BKSDA tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di area sungai, utamanya di lokasi kemunculan buaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.