Karies, Kurang Gerak hingga Gangguan Mental Serang Pelajar di Bantul
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Ilustrasi buaya. Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Kemunculan seekor buaya di Sungai Progo, wilayah Juwono, Kalurahan Triharjo, Bantul, membuat warga resah. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk mengevakuasi atau menangkap buaya tersebut.
Lurah Triharjo, Suwardi menyebut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sudah mendatangi lokasi kemunculan pada Selasa (3/6/2025) sore. Namun, kunjungan itu sebatas survei lokasi dan mewawancarai saksi mata yang pernah melihat buaya.
BACA JUGA: Buaya Kembali Muncul di Sungai Progo Bantul, Warga Diimbau Tak Beraktivitas Sendirian
“Petugas dari DKP DIY dan BKSDA Bantul kemarin ke lokasi, mengecek area kemunculan buaya dan mewawancarai tiga orang saksi,” kata Suwardi, Rabu (4/6/2025).
Ia mengatakan belum ada tindak lanjut berupa penangkapan atau pengamanan hewan liar itu. Warga, terutama yang beraktivitas di sekitar sungai, merasa khawatir.
“Kesimpulan dari kemarin itu masih akan dibahas di tingkat provinsi. Saat ini posisi kewenangan juga baru dilimpahkan dari BKSDA ke DKP,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat sudah meminta agar ada penanganan lebih lanjut, mengingat potensi ancaman keselamatan.
“Warga berharap buaya bisa segera ditangani karena mereka resah. Tapi kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari DKP DIY,” ujar Suwardi.
Meski demikian, sebagian warga masih beraktivitas di pinggir sungai. Pemerintah kalurahan mengimbau agar warga tidak melakukannya sendirian.
“Tetap kami imbau jangan beraktivitas sendiri, apalagi dekat sungai,” katanya.
Suwardi menambahkan, dugaan sementara buaya muncul karena sedang mencari mangsa. Di sekitar lokasi sering terlihat kawanan burung, yang diduga menarik perhatian hewan predator tersebut.
“Beberapa warga melihat buaya itu muncul saat ada burung di pinggir sungai. Cara kemunculannya juga seperti sedang mengendap untuk memangsa,” ungkapnya.
Pihak DKP DIY sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah selanjutnya dalam penanganan buaya tersebut. Kepala DKP DIY, Hery Sulistio Hermawan, belum merespons saat dihubungi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.