MBG Belum Merata, DPRD Gunungkidul Dorong Perluasan Program
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Foto ilustrasi kawasan wisataPantao Goa Cemara, Bantul. /Instagram.
Harianjoga.com, BANTUL—Pengelola Pantai Goa Cemara Bantul berencana untuk mengembangkan kawasan tersebut dengan penambahan beberapa fasilitas. Pengelola kini sedang menyusun prarencana atau pra-masterplan untuk memperluas dan menata ulang kawasan wisata tersebut.
Ketua Desa Wisata Patihan Goa Cemara Bantul Bayu Sujaka menjelaskan, pengembangan akan difokuskan pada perubahan tata ruang, pembukaan akses baru, serta penataan fasilitas umum dan area parkir. “Saat ini akses masuk hanya satu, berada di tengah. Ke depan, kami akan arahkan pengunjung juga ke sisi timur dan barat,” ujarnya, Selasa (10/6/2025).
BACA JUGA: Kota Jogja Temukan Satu Orang Positif Covid-19
Menurut Bayu, pengembangan ini dilakukan sebagai respons atas ketimpangan distribusi pengunjung. Saat ini, seluruh aktivitas wisata terpusat di area tengah yang sudah penuh sesak. “Sisi timur dan barat kurang tersentuh, dampaknya tidak merata untuk pelaku usaha. Area tengah sampai kekurangan ruang,” katanya.
Rencana pengembangan ini mencakup total lahan seluas 20 hektare, yang terbagi dalam zona konservasi, pertanian (untuk agrowisata), dan kawasan hutan di sebelah timur. Namun untuk tahap awal, pengembangan difokuskan pada 5–10 hektare lahan di sisi timur.
Bayu juga menambahkan untuk penyusunan masterplan, pihaknya berkolaborasi dengan Universitas Atma Jaya. Setelah masterplan rampung, tahap awal realisasi adalah memindahkan kantong-kantong parkir ke sisi utara, disusul pembangunan akses masuk baru ke sisi timur, serta fasilitas pendukung lainnya.
BACA JUGA: Manajamen PSIM Sowan Sultan Jogja, Minta Wejangan Agar Lebih Lama Bertahan di Liga 1
Terkait pendanaan, Bayu menyebut pihaknya belum menetapkan sumber pasti. “Kami tunggu hasil masterplan dulu. Setelah itu, baru bisa ajukan proposal, baik CSR, pihak ketiga, maupun pemerintah. Untuk pengembangan parkir, kemungkinan 50% dibiayai swadaya,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Budi Sardjono menyambut baik inisiatif ini. Ia mendukung rencana pengembangan itu. “Pantai adalah penyumbang PAD terbesar Bantul. Perlu dikelola serius agar manfaatnya luas, terutama bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Gempa M7,7 di NTT merobohkan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tiga korban dievakuasi, satu meninggal dunia.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
PWI DIY memperkuat pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional setelah 30 tahun gugur dalam tugas jurnalistik
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.