Seleksi Lurah PAW Sleman, 21 Bakal Calon Dinyatakan Lolos
Sebanyak 21 bakal calon lurah dalam proses pengisian lurah melalui mekanisme pergantian antarwaktu di Kabupaten Sleman dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Kabupaten Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana menata pedagang yang membuka lapak di Lapangan Pemda Sleman. Penataan tersebut menjadi upaya Pemkab untuk mengembalikan fungsi ruang untuk berolah raga.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sleman, Haris Martapa mengatakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman sedang melakukan pendataan terkait pedagang kaki lima (PKL) di luar pelaku UMKM yang memang diberikan ruang berjualan di sekitar Lapangan Pemda Sleman.
BACA JUGA: Pemkab Sleman Kenalkan Kopi Merapi
“Biar teratura maka kami perlu membatasi jumlah pedagang yang boleh menggelar lapak mereka,” kata Haris ditemui di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Minggu (15/6/2025).
Haris mengaku penataan PKL utamanya untuk hari Jumat dan Minggu. Apalagi hari Minggu ada car free day yang memerlukan ruang yang lebih luas. Masyarakat juga akan lebih nyaman berolah raga.
Ihwal sampah, dia menegaskan PKL yang ada sudah mengelola sampah masing-masing dengan baik bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Apabila tidak ada penataan, Haris memprediksi akan semakin banyak PKL yang berjualan sehingga menggangu kenyamanan warga dan arus lalu lintas.
“Di Lapangan Pemda ini kan kami kembangkan pertama-tama untuk fasilitasi olah raga masyarakat. Ada jogging track juga kan,” katanya.
Haris menjelaskan memang ada pelaku UMKM yang mendapat ruang untuk berjualan di Lapangan Pemda Sleman. Pelaku UMKM itu merupakan binaan dari sejumlah perangkat daerah. Mereka menjual komoditas
“Kalau hari Jumat memang ada kelompok dari pertanian untuk menjajakan pertanian itu. Kemudian dari koperasi di sana ada UKM. Nah, ada kelompok ketiga yang ini perlu kita batasi,” ucapnnya.
Melalui pengamatan Harian Jogja pada Jumat (13/6/2025) pagi, ruas-ruas jalan di sekitar Lapangan Pemda Sleman hampir rapat oleh pelaku UMKM atau PKL. Mereka menjual bermacam produk, ada botol air minum, komoditas pertanian, soto, hingga minuman sachet.
Sementara, Kepala Disperindag Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan pihaknya tidak mengampu penataan PKL di Lapangan Pemda Sleman.
“Terkait rencana penataan PKL di Lapangan Pemda akan dibuat seperti apa dan jumlah PKL yang akan diakomodasi berapa itu bukan di kami [penataannya],” kata Mae Rusmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 21 bakal calon lurah dalam proses pengisian lurah melalui mekanisme pergantian antarwaktu di Kabupaten Sleman dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Kemensos menahan sementara bansos untuk lebih dari 1.400 KPM terindikasi judol. Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kemenhut menetapkan MTN dan AK sebagai tersangka pembakaran hutan di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Keduanya terancam pidana hingga 15 tahun.
Kemenkes menyebut sekitar 3,3 juta lansia berisiko terdampak abu erupsi Anak Krakatau. Lansia diminta mendapat perlindungan khusus.
Layanan Ketapang-Gilimanuk kembali normal setelah sempat tertunda. ASDP mengoptimalkan kapal dan menambah armada untuk mengurai antrean.
Kimi Antonelli memenangi GP Italia 2026 di Monza setelah start dari posisi ke-19. Ini menjadi kemenangan ketujuhnya musim ini.