Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi megathrust Indonesia./Bisnis.com
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 13 kapanewon di kawasan pantai selatan DIY masuk zona rawan tsunami jika terjadi gempa megathrust. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY telah siapkan upaya mitigasi dan edukasi.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan tercatat sebanyak 13 kapanewon masuk dalam zona rawan yang tersebar di Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo. “Untuk Kabupaten Kulonprogo meliputi empat kapanewon yakni Temon, Wates, Panjatan dan Galur,” katanya, Jumat (20/6/2025).
BACA JUGA: Gempa Bumi Magnitudo 4,9 Guncang Wilayah Garut Hari Ini
Untuk Kabupaten Bantul ada tiga kapanewon, yakni Srandakan, Sandeng dan Kretek. Sedangkan Kabupaten Gunungkidul ada enam kapanewon, meliputi Purwosari, Saptosari, Panggang, Tanjungsari, Tepus dan Girisubo.
“Berdasarkan kajian BMKG tahun 2006 lalu, skenario terburuk adalah terjadinya gempa megathrust berkekuatan 8,8 magnitudo. Gempa ini bisa memicu tsunami dengan gelombang setinggi 18 sampai 22 meter. Waktu penyelamatan diri diperkirakan hanya sekitar 38 hingga 42 menit menuju ke zona aman,” ujarnya.
Zona aman ditentukan minimal 4 Km dari garis Pantai dengan lokasi fasilitas umum seperti kalurahan, masjid, atau musala yang berada di dataran lebih tinggi. BPBD DIY bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan ekspedisi tsunami sejak 2019. Di dalamnya dilakukan sosialisasi, pemasangan papan peringatan hingga pembangunan jalur evakuasi.
“Sirene peringatan tsunami juga sudah dipasang dan terkoneksi dengan sistem deteksi dini di laut. Begitu ada sinyal dari laut, BPBD kabupaten akan menerima notifikasi dan segera membunyikan sirene untuk memperingatkan masyarakat,” paparnya.
Terdapat dua jenis titik evakuasi yang disiapkan yakni Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA). TES bisa berupa bangunan perlindungan sementara kawasan pantai, sedangkan TEA berupa fasilitas umum di wilayah perbukitan.
BPBD DIY juga melakuakn edukasi kepada masyarakat di zona merah agar memahami rute evakuasi dan prosedur saat terjadi gempa atau tsunami. “Warga tidak perlu panik, tetapi harus tahu prosedur. Ketika sirene dibunyikan, mereka tahu harus ke mana. Semua jalur evakuasi sudah dipasang di kelurahan-kelurahan di sepanjang pantai,” kata dia.
Staf Pengolah Data dan Informasi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bantul, Budianta, mengatakan sebagai upaya mitigasi, BPBD Bantul telah menggencarkan program Kalurahan Tangguh Bencana (KTB), dengan sasaran terutama semua wilayah rawan tsunami.
“Kalurahan zona merah sudah menjadi KTB dan bahkan mendapatkan pengakuan internasional. Warga sudah tahu prosedur evakuasi jika terjadi tsunami. Ini bagian dari penguatan kapasitas masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.