Gabungkan AI dan Tepo Seliro, Riset UT Siap Masuk Piloting
Ini bertujuan memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan model layanan kesehatan mental berbasis Artificial Intelligence (AI).
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan (kiri) meninjau kebutuhan pokok yang dijual di Food Station Jogja Setia, Minggu (22/6/2025). - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
JOGJA—Grand Opening Food Station Jogja Setia diselenggarakan pada Minggu (22/6). Food Station Jogja Setia yang terletak di Gedung Basiyo, XT Square Jogja, diproyeksikan menjadi tempat bagi Koperasi Merah Putih atau masyarakat Kota Jogja untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga murah.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, mengapresiasi keberadaan Food Station Jogja Setia sebagai penyedia kebutuhan pokok yang mengusung konsep harga lebih murah dari harga pasar. Dengan konsep tersebut, dia berharap Food Station Jogja Setia mampu menjadi salah satu distributor bagi Koperasi Merah Putih yang ada di setiap wilayah.
“Harga yang akan dijual melalui [Food Station] Jogja Setia bisa kompetitif, sehingga Koperasi Merah Putih bisa membeli,” ujarnya dalam Grand Opening Food Station Jogja Setia di XT Square, Minggu.
Dia menyebut selama ini di Kota Jogja telah ada beberapa penyedia kebutuhan pokok yang berdiri dan memiliki pangsa pasar tersendiri. Dia mendorong agar Food Station Jogja Setia dapat bersaing dengan penyedia kebutuhan pokok lain yang telah ada di Kota Jogja.
Dia pun berharap tempat tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi PT Jogjatama Vishesha (Perseroda). Dengan begitu, dia berharap pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan dari XT Square meningkat.
BACA JUGA: Siswa Bakal Tetap Dapat MBG Selama Libur Sekolah, BGN Menyusun Petunjuk Teknis
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Pengurusan BUMD PT Jogjatama Vishesha (Perseroda), Dedi Budiono, menyampaikan tempat tersebut diharapkan akan menyumbang PAD Kota Jogja ke depan. Nantinya, akan ada pendapatan tetap dan pendapatan variabel yang ditetapkan dari omxet yang didapatkan Food Station Jogja Setia.
Selain itu, menurut Dedi, tempat tersebut akan menjadi tempat untuk mengelola cadangan pangan Kota Jogja. Dengan demikian diharapkan Kota Jogja memiliki kemampuan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangannya.
Untuk mempromosikan tempat tersebut kepada masyarakat, perusahaan akan menggelar beberapa seminar di tempat tersebut. Selain itu, Jogjatama Vishesha juga akan menyebarkan pamflet untuk menjangkau lebih banyak orang.
“Jika ada yang belum bersaing dapat disampaikan ke kami. Kami nanti akan mencari agar harga bisa kompetitif,” katanya.
Pimpinan Food Station Jogja Setia, Hary Widiatmoko, menyampaikan Food Station Jogja Setia dirancang untuk menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga murah. Tempat tersebut juga dapat menjadi salah satu tempat kulakan bagi koperasi merah putih yang ada di setiap kelurahan.
“Saya akan mencoba untuk mengecek Koperasi [Merah Putih] agar tidak menjual [kebutuhan pokok] dengan margin yang terlalu tinggi, sehingga memberatkan pelanggan,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ini bertujuan memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan model layanan kesehatan mental berbasis Artificial Intelligence (AI).
KPK menduga eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono meminta fee 10 persen dari proyek. Penyidikan terus dikembangkan.
Argentina dan Swiss melengkapi 8 besar Piala Dunia 2026. Simak jadwal perempat final dan link nonton resmi di sini.
Tol Prambanan–Purwomartani disiapkan untuk mudik Lebaran 2027. Flyover exit Purwomartani akan difungsikan dua arah.
Danantara gandeng Tony Blair Institute percepat transformasi BUMN, dorong investasi global, hilirisasi, dan daya saing Indonesia.
India bantu konservasi Candi Prambanan. Dispar DIY optimistis kolaborasi ini perkuat pelestarian dan daya tarik wisata Jogja.