Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul saat ini sedang menjalankan program pembangunan infrastruktur jalan desa sepanjang 600 kilometer. Targetnya, proyek ini bisa rampung dalam waktu 4,5 tahun dengan menuntaskan 120 kilometer setiap tahunnya.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyampaikan bahwa proyek ini telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2025.
Guna mengejar target tersebut, Pemkab Bantul menyiapkan pembangunan sekitar 120 kilometer jalan setiap tahunnya. "Itu sudah kita hitung. Hitungan kita petakan tidak sampai utuh lima tahun, bisa selesai 4,5 tahun," ujar Aris, Minggu (29/6/2025).
BACA JUGA: Ketua Komisi C DPRD Bantul Apresiasi Rencana Peningkatan Anggaran Infrastruktur Jalan
Ia menambahkan seluruh proses perencanaan telah dihitung dengan matang. Pada tahun ini, beberapa pekerjaan perbaikan jalan kabupaten juga sudah mulai dilakukan.
"Semua sudah kami hitung. Satu tahun itu di angka sekitar 120 kilometer, dari 120 kilometer akan kita laksanakan setiap tahun dan kebetulan di tahun ini sudah ada kegiatan untuk perbaikan jalan kabupaten," lanjutnya.
Melalui anggaran 2025, kata Aris, Pemkab Bantul sudah memulai pengerjaan sejumlah proyek jalan, di antaranya pengaspalan jalan Sumberagung dan jalan Potrobayan serta ruas jalan dari batas kota Bantul hingga simpang Cepit.
Beberapa proyek jalan yang awalnya direncanakan dikerjakan tahun 2026, akhirnya bisa dipercepat berkat pertimbangan prioritas pembangunan yang telah disusun.
BACA JUGA: Banyak Beralih Fungsi, Pemkab Bantul Petakan Ulang Lahan Pertanian Produktif
"Harapan kami tidak sampai akhir 2031 jalan itu sudah selesai. Kalau dihitung-hitung ya kurang dari lima tahun, perhitungan peningkatan jalan kita sudah selesai," tuturnya.
"Kami optimistis progam itu bisa kita laksanakan," ujar Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Bernardo Tavares menyoroti kondisi pemain Persebaya jelang menghadapi PSIM pada pekan kedua BRI Super League, Minggu (13/9).
Komdigi menerbitkan SE No. 4/2026 yang melindungi sisa kuota internet pelanggan dan melarang operator mengenakan biaya tambahan.
GAC Indonesia menawarkan harga khusus mobil listrik AION dan HYPTEC selama GIIAS Bandung 2026 hingga 13 September.
Pemkot Jogja digitalisasi pencatatan kunjungan tamu melalui SILAT, dari registrasi hingga verifikasi dokumen dan penyimpanan data.