Nama Franco Ramos Hilang dari Daftar PSIM, Manajemen Beri Penjelasan
PSIM Jogja memastikan peluang Franco Ramos bertahan masih terbuka. Bek asal Argentina itu dijadwalkan tiba di Jogja dalam waktu dekat.
Salah satu warga Kelurahan Kadipaten, Kemantren Kraton saat melakukan panen pupuk organik biopori, beberapa waktu lalu. /Ist - Dok. Kelurahan Kadipaten
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Kadipaten, Kemantren Kraton, Kota Jogja terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui peran aktif bank sampah di setiap RW.
Salah satu inovasinya adalah penggunaan lubang biopori yang dimanfaatkan untuk pengolahan sampah organik rumah tangga. Saat ini, seluruh RW di wilayah tersebut telah memiliki fasilitas biopori untuk membantu pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Lurah Kadipaten, Suparman, menjelaskan sebagian besar rumah tangga telah menerima dua hingga tiga lubang biopori berukuran kecil maupun jumbo. Sisa-sisa dapur dimasukkan ke dalam biopori untuk diuraikan secara alami.
“Namun, belum semua warga dapat rutin memanfaatkan fasilitas tersebut karena kesibukan sehari-hari. Setiap RW sudah dikasih biopori, tapi memang ada yang sudah panen kompos, ada yang belum,” ujar Suparman saat ditemui, Senin (30/6/2025).
Dari 15 bank sampah yang tersebar di seluruh RW, sebagian sudah aktif mengolah sampah organik dan memilah anorganik untuk dijual. Di RW 4, pengelolaan sampah organik bahkan sudah mampu menghasilkan pupuk yang memiliki nilai jual. Sementara itu, bank-bank sampah lain masih dalam tahap pengembangan dengan jumlah nasabah yang bervariasi.
Pengelolaan ini dinilai cukup berhasil mengurangi tumpukan sampah di permukiman. Suparman mengatakan masyarakat semakin sadar akan dampak jika sampah dibiarkan menumpuk, sehingga kesadaran memilah dan mengolah sampah terus meningkat.
Kendati demikian, ia mengakui masih ada kendala pada proses pengangkutan sampah ke depo pembuangan sementara. Truk pengangkut kerap datang tidak tepat waktu sehingga terjadi antrean sampah di depo. “Kalau di depo, terkadang truknya tidak rutin, jadi masih ada antrean,” katanya.
Secara keseluruhan, Suparman menilai pengelolaan sampah di Kadipaten sudah berjalan baik dengan partisipasi warga dan penggerobak yang disiplin. Pemanfaatan biopori diharapkan bisa semakin optimal sehingga sampah organik yang harus dibuang ke depo dapat terus ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja memastikan peluang Franco Ramos bertahan masih terbuka. Bek asal Argentina itu dijadwalkan tiba di Jogja dalam waktu dekat.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
KPK menangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dalam OTT ke-18 sepanjang 2026. Penyidik masih mendalami kasus dan memiliki waktu 24 jam menentukan status pihak
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.