Motif Istri Gorok Suami di Bantul Terkuak, Dipicu Hubungan Terlarang
Polisi ungkap motif istri gorok suami di Parangtritis, Bantul. Dugaan perselingkuhan dan cekcok rumah tangga memicu aksi nekat tersebut.
Kawasan Kumuh - Ilustrasi/JIBI/Solopos
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul mulai menerapkan sistem pengelolaan kawasan berbasis WebGIS (Sistem Informasi Geografis) guna mencegah pertumbuhan kawasan kumuh, khususnya di tiga kapanewon di Pantai Selatan yakni Kretek, Sanden, dan Srandakan.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPUPKP Bantul, Erwin Prasmanta menjelaskan, ketiga wilayah tersebut diprioritaskan karena akan terdampak langsung perkembangan akses transportasi pasca dibukanya Jembatan Srandakan yang menghubungkan dengan jalur selatan nasional di Jalan Kelok 23.
BACA JUGA: Tol Jogja Solo Segmen Klaten Prambanan Resmi Dibuka Mulai Hari Ini, Beroperasi 24 Jam
"Kalau akses jalan makin terbuka, tentu akan memicu perkembangan permukiman. Kekhawatiran kami, kawasan itu berkembang tanpa perencanaan dan akhirnya jadi kumuh. Maka sebelum itu terjadi, kami bergerak duluan lewat pencegahan," jelas Erwin, Selasa (1/7/2025).
WebGIS tersebut memuat tujuh indikator utama kawasan kumuh yakni kualitas rumah tinggal, akses jalan, ketersediaan air minum, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, sistem drainase, dan akses penanganan kebakaran.
Dari tujuh indikator itu, DPUPKP Bantul fokus pada dua ranah utama sesuai tugas pokoknya yaitu rumah tidak layak huni (RTLH) dan jalan lingkungan (PSU). Untuk komponen lain seperti air bersih atau pengelolaan sampah, pihaknya akan berkoordinasi lintas sektor.
Sistem ini tak hanya menjadi alat pemetaan internal, tapi juga sarana komunikasi dua arah dengan masyarakat dan pemerintah kalurahan. Setiap kelurahan ditunjuk admin yang dapat memperbarui data kumuh sesuai kondisi terbaru. Masyarakat pun bisa menyampaikan laporan secara langsung, baik lewat admin kalurahan atau unggahan melalui sistem WebGIS.
BACA JUGA: Jasad Mahasiswa KKN UGM Korban Perahu Tenggelam di Maluku Tenggara Ditemukan
“Kalau ada rumah tidak layak atau jalan lingkungan rusak, bisa dilaporkan. Nanti tim survei kami turun ke lapangan untuk verifikasi. Kalau masuk kriteria, bisa kami usulkan untuk dibenahi,” ujar Erwin.
Saat ini, belum ada angka pasti untuk kebutuhan anggaran program tersebut karena masih tahap penjaringan usulan dari wilayah. DPUPKP Bantul menekankan pendekatan pencegahan, bukan reaktif, sebagai kunci menghindari munculnya kawasan kumuh baru.
WebGIS ini sudah mencakup 10 kelurahan di wilayah selatan Bantul dan diharapkan menjadi model replikasi bagi wilayah lain di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi ungkap motif istri gorok suami di Parangtritis, Bantul. Dugaan perselingkuhan dan cekcok rumah tangga memicu aksi nekat tersebut.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.