Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Penggerobak transporter mengangkut sampah warga ke depo mobile, di Kelurahan Purwokinanti, beberapa waktu lalu./ist Purwokinanti
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Purwokinanti, Kemantren Pakualaman, Kota Jogja menjadi salah satu kelurahan yang berhasil menangani permasalahan sampah. Dalam upaya ini, Kelurahan Purwokinanti mengembangkan inovasi Rumat Sampah Dari Rumah.
Lurah Purwokinanti, Moch Ismali, menjelaskan program Rumah Sampah Dari Rumah mengharuskan semua warga mengelola atau memilah sampah dari rumah masing-masing. “Rumah tangga sudah memilah sampahnya menjadi organik, anorganik dan residu,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Waspada! Enam Bulan Terakhir Ada 272 Kasus DBD di Sleman
Kemudian pendistribusian sampah yang sudah terpilah ini dibagi sesuai jenisnya. Untuk sampah organik, warga mengelolanya sendiri dengan beberapa metode seperti biopori, biopori jumbo, ember tumpuk, lubang sisa dapur (lusida) hingga pembuatan pupuk organik cair dengan ecoenzim.
“Lalu untuk sampah anorganik, kami mempunyai bank sampah di setiap RW. Ada 10 RW, masing-masing mempunyai bank sampah. Jadi harapannya sampah dari anorganik disalurkan sebagai nasabah bank sampah di masing-masing RW,” paparnya.
Kemudian untuk sampah residu, Kelurahan Purwokinanti memiliki sejumlah penggerobak transporter yang tersebar di setiap RW. “Minimal ada satu transporter di setiap RW. Mereka mengambil sampah-sampah yang sudah terpilah dari warga untuk dibawa ke depo mobile atau truk penjemput,” katanya.
Truk penjemput standby di depan kantor kelurahan untuk menerima sampah residu dari warga. Truk tersebut kemudian membawa sampah warga ke TPS3R Kota Jogja. “Jadi sampah yang diangkut berkurang, karena sudah dipilah,” ungkapnya.
Pada awal-awal penerapan sistem transporter, Purwokinanti difasilitasi Kadipaten Pakualaman untuk bekerja sama dengan Kelompok Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul. “Kotnraknya sudah berakhir, sekarang diambil alih oleh DLH [Dinas Lingkungan Hidup] Kota Jogja,” ujarnya.
Dengan program Rumat Sampah Dari Rumah ini, seluruh warga dilibatkan untuk berkontribusi dalam pengelolaan sampah. Semua jenis sampah baik organik, anorganik dan residu bisa tertangani dengan baik dengan pos pengelolaan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.