Pemkab Gunungkidul Dorong Layanan Publik Berlandaskan Ngayomi dan Ngayemi
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Siswa Kelas 2 SDN Sinduadi Timur, Dhamar dan Bilal, sedang sedang menikmati makanan program Makan Bergizi Gratis yang digelar di Kalurahan Sinduadi, Depok, Sleman, Senin (13/1/2025). - Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penyaluran makan bergizi gratis (MBG) di Gunungkidul terus berjalan, meski telah memasuki musim liburan sekolah. Namun, mekanisme penyaluran sedikit berubah karena jatah diberikan rapelan untuk satu minggu.
BACA JUGA: Jaringan MBG di Gunungkidul Diperluas
Komadan Kodiim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan, program makan bergizi gratis tetap berjalan, meski telah memasuki musim liburan sekolah. Hanya saja, kata dia, pelaksanaan berbeda dengan penyaluran saat di hari biasa.
Hal ini dikarenakan, penyaluran tidak dilaksanakan setiap hari. Khusus selama liburan sekolah, bantuan diberikan dengan sistem rapelan untuk lima hari sama seperti waktu masuk sekolah.
“Kalau hari biasa diberikan tiap hari. Kalau pas liburan sekolah, diberikan seminggu sekali dan disalurkan di setiap Senin,” kata Roni kepada wartawan, Selasa (1/7/2025).
Ia mengakui, selama liburan sekolah sudah disalurkan sekali pada Senin (30/6/2025). Adapun menu yang diberikan juga berbeda karena tidak ada makanan basah seperti waktu masuk sekolah.
“Kita berikan isinya roti, buah-buahan, susu hingga telur. Menu kering ini, seperti saat disalurkan pada waktu puasa lalu. Menu diberikan dalam wadah tote bag,” ungkapnya.
Roni menambahkan, program makan bergizi gratis sudah menyasar ke 44 sekolah. Adapun jumlah penerima sasaran ada sebanyak 6.806 anak.
“Sebenarnya untuk melayani 120.000 sasaran, butuh sekitar 40 dapur sehat. Tapi hingga sekarang yang beroperasi baru di Kodim 0730, Tepus dan Jeruksari di Kapanewon Wonosari,” katanya.
Terpisah, Kepala SMP Negeri 1 Wonosari, Agus Maryanto mengatakan, selama liburan sekolah, pendistribusian menu makan bergizi gratis dilakukan secara rapelan. Yakni, sekali pengiriman untuk jatah makan selama lima hari dari Senin hingga Jumat.
“Sabtu tidak mendapat jatah karena libur. Kemarin [Senin] merupakan penyaluran pertama kali untuk masa liburan sekolah,” katanya.
Agus menambahkan, selama ini penyaluran makan bergizi gratis berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala karena datang tepat waktu. Di sisi lain, juga belum ada kejadian terkait dengan konsumsi makanan ini.
“Semua lancar dan tidak ada kejadian terkait dengan penyaluran. Kalau masalah anak tidak suka buah yang disajikan, ini hanya selera saja sehingga bukan hal yang harus dipersoalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Kelurahan Gowongan mengedukasi orang tua tentang TBC pada anak sebagai upaya mencegah penularan dan mendukung pencegahan stunting.
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.
SIM Keliling Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo, Sabtu 31 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Kapanewon Nanggulan.
Menkeu Suahasil Nazara menyebut belanja negara naik sekitar Rp300 triliun akibat penanganan bencana dan kenaikan harga energi dunia.