Pembangunan Markas Yon TP di Banyusoco Masih Tunggu Izin SG
Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Gunungkidul, diperkirakan paling cepat dimulai pada 2028 setelah izin lahan dan tahapan pembangunan te
Ilustrasi ISPA - FReepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat ada 3.967 balita terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) atau pneumonia di semester pertama 2025. Diduga kasus ini banyak terjadi karena terpengaruh kondisi cuaca di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, penyakit ISPA pada anak, khususnya balita harus diwaspadai. Pasalnya, anak di bawah lima tahun ini terhitung rentan sehingga mudah terserang penyakit tersebut.
“Balita imun tubuhnya belum kuat sehingga mudah terserang Ispa atau pneumonia,” kata Ismono, Minggu (13/7/2025).
BACA JUGA: SMP Maarif Yani Kulonprogo Terpaksa Tutup, PCNU Upayakan Nasib 2 Tendik dan 1 Guru
Ia mencatat sepanjang semester pertama 2025 ada sebanyak 3.967 balita terjangkit ISPA. Adapun rinciannya, sebanyak 3.485 balita terjangkit pada Januari hingga Maret.
Adapun sisanya sebanyak 491 kasus terjadi antara April hingga Juni 2025. Menurut dia, kasus ini terjadi karena adanya perubahan iklim atau kondisi cuaca yang lembab.
Oleh karena itu, di masa kemarau basah seperti sekarang, para orang tua diminta mewaspadai penyebaran penyakit ini pada anak-anak.
“Gejala yang dialami mulai dari batuk dan pilek. Ada juga yang disertai demam, kepala pusing, lemas, hingga kesulitan bernafas,” katanya.
Ia memastikan hingga saat ini belum ada kasus kematian balita yang disebabkan karena penyakit ISPA. Kendati demikian, penyebaran harus terus diwaspadai karena terlambat dalam penanganan juga dapat berakibat yang fatal.
“Hindari anak dari polusi udara atau asap rokok. Selain itu, juga wajib mengikuti program imunisasi mulai dari campak hingga DPT [Difteri, Pertusis dan Tetanus ] guna memperkuat kekebalan tubuh,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Paliyan, Lukito meminta Masyarakat untuk terus mewaspadai potensi penyakit Ispa. Di musim kemarau basah, bisa memperbesar perluang terjangkit penyakit ini, khususnya pada anak-anak dan lansia.
“Harus hati-hati dan jaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
BACA JUGA: 103 Titik Percontohan Koperasi Desa Merah Putih Akan Dilaunching 21 Juli 2025
Menurut dia, ada upaya pencegahan untuk penyebaran Ispa. Salah satunya dengan memberikan layanan konsultasi cepat dan pemeriksaan untuk deteksi dini. Selain itu, juga ada program edukasi di Masyarakat melalu kader-kader kesehatan maupun posyandu di setiap kalurahan.
“Petugas posyandu dilibatkan karena deteksi dini dengan sasaran di tingkat padukuhan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Gunungkidul, diperkirakan paling cepat dimulai pada 2028 setelah izin lahan dan tahapan pembangunan te
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Sentimen global dan sikap hawkish The Fed masih menjadi faktor utama t
Media internasional seperti AP, Reuters, dan SCMP menyoroti pengunduran diri Kepala BGN Nanik Deyang di tengah berbagai tantangan Program Makan Bergizi Gratis,
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Jadwal bola malam ini: Final Piala AFF Putri Indonesia vs Laos pukul 19.45 WIB! Juga laga uji coba Eropa & kualifikasi Liga Champions. Simak jadwal lengkapnya.