Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Ilustrasi ISPA - FReepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat ada 3.967 balita terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) atau pneumonia di semester pertama 2025. Diduga kasus ini banyak terjadi karena terpengaruh kondisi cuaca di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, penyakit ISPA pada anak, khususnya balita harus diwaspadai. Pasalnya, anak di bawah lima tahun ini terhitung rentan sehingga mudah terserang penyakit tersebut.
“Balita imun tubuhnya belum kuat sehingga mudah terserang Ispa atau pneumonia,” kata Ismono, Minggu (13/7/2025).
BACA JUGA: SMP Maarif Yani Kulonprogo Terpaksa Tutup, PCNU Upayakan Nasib 2 Tendik dan 1 Guru
Ia mencatat sepanjang semester pertama 2025 ada sebanyak 3.967 balita terjangkit ISPA. Adapun rinciannya, sebanyak 3.485 balita terjangkit pada Januari hingga Maret.
Adapun sisanya sebanyak 491 kasus terjadi antara April hingga Juni 2025. Menurut dia, kasus ini terjadi karena adanya perubahan iklim atau kondisi cuaca yang lembab.
Oleh karena itu, di masa kemarau basah seperti sekarang, para orang tua diminta mewaspadai penyebaran penyakit ini pada anak-anak.
“Gejala yang dialami mulai dari batuk dan pilek. Ada juga yang disertai demam, kepala pusing, lemas, hingga kesulitan bernafas,” katanya.
Ia memastikan hingga saat ini belum ada kasus kematian balita yang disebabkan karena penyakit ISPA. Kendati demikian, penyebaran harus terus diwaspadai karena terlambat dalam penanganan juga dapat berakibat yang fatal.
“Hindari anak dari polusi udara atau asap rokok. Selain itu, juga wajib mengikuti program imunisasi mulai dari campak hingga DPT [Difteri, Pertusis dan Tetanus ] guna memperkuat kekebalan tubuh,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Paliyan, Lukito meminta Masyarakat untuk terus mewaspadai potensi penyakit Ispa. Di musim kemarau basah, bisa memperbesar perluang terjangkit penyakit ini, khususnya pada anak-anak dan lansia.
“Harus hati-hati dan jaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
BACA JUGA: 103 Titik Percontohan Koperasi Desa Merah Putih Akan Dilaunching 21 Juli 2025
Menurut dia, ada upaya pencegahan untuk penyebaran Ispa. Salah satunya dengan memberikan layanan konsultasi cepat dan pemeriksaan untuk deteksi dini. Selain itu, juga ada program edukasi di Masyarakat melalu kader-kader kesehatan maupun posyandu di setiap kalurahan.
“Petugas posyandu dilibatkan karena deteksi dini dengan sasaran di tingkat padukuhan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.