DPRD Bantul Ingatkan Pilur 2026 Bebas Politik Uang dan SARA
DPRD Bantul meminta Pilur Serentak 2026 berlangsung sehat tanpa politik uang, kampanye hitam, dan isu SARA. Sejumlah kalurahan masih berproses.
Narkoba - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Polres Bantul mencatat telah mengungkap sebanyak 69 kasus penyalahgunaan narkoba sepanjang periode Januari-Juni 2025.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry menyampaikan dari angka 69 kasus diamankan sebanyak 79 orang.
Kasus narkoba yang diungkap jajaran kepolisian tersebut meliputi kasus penyalahgunaan narkotika sebanyak 16 kasus, kemudian kasus psikotropika 24 kasus dan obat-obatan berbahaya (obaya) 29 kasus.
"Dari 69 kasus penyalahgunaan narkoba yang diungkap, tersangka yang diamankan sebanyak 73 orang, terdiri dari pengedar 29 orang dan pengguna 44 orang," kata Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana dalam keterangannya, Selasa (15/7)
Lebih lanjut Jeffry mengatakan, Polres Bantul mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberantas peredaran narkoba guna menyelamatkan generasi penerus bangsa.
"Sangat penting peran orang tua dan keluarga sebagai lingkungan terdekat untuk memantau perilaku anak-anak," katanya.
BACA JUGA: Wisatawan Asal Amerika Serikat Terseret Ombak Parangtritis, Dapat Terselematkan
Dia mengatakan, kerja sama dengan berbagai pihak perlu dilakukan mengingat narkoba merupakan bahaya tersembunyi atau laten bagi Indonesia dalam mewujudkan Generasi Emas di tahun 2045.
"Demi mewujudkan generasi emas di tahun 2045, diperlukan upaya terus-menerus pemantauannya, penegakannya, maupun pencegahan ini harus kita laksanakan," katanya.
Selain itu ia berharap, berbagai pihak dapat berperan dengan menggencarkan kampanye anti penyalahgunaan narkoba hingga edukasi bahaya narkoba bersama pihak kepolisian, psikolog, ataupun ahli hukum.
“Kami juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan dengan melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah dan kampus, bahkan di kalangan remaja,” ungkap Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Pilur Serentak 2026 berlangsung sehat tanpa politik uang, kampanye hitam, dan isu SARA. Sejumlah kalurahan masih berproses.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.
IMI menghentikan sementara drag race di lintasan non-permanen seperti jalan raya dan kompleks perumahan di seluruh Indonesia.
Sebanyak 68 foto jurnalistik ANTARA dipamerkan di Titik Nol Kilometer Jogja pada 14-21 Agustus untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI.
Pemerintah menargetkan pembiayaan RAPBN 2027 sebesar Rp671,2 triliun, turun 8,6% dari outlook 2026 yang mencapai Rp734,3 triliun.