WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Beringharjo, Iswarini, menunjukkan beras yang dijualnya, Selasa (15/7/2025). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY merespons ditemukan beras oplosan di sejumlah daerah dengan memonitor dan meningkatkan pengawasan di pasar. Dari hasil monitoring sementara, belum ditemukan beras oplosan.
Kepala Disperindag DIY Yuna Pancawati menjelaskan langkah Disperindag DIY terkait beras beredar yakni pertama koordinasi dan pengawasan barang beredar di lapangan. “Yang sudah dilakukan di Pasar Beringharjo, dengan melibatkan instansi terkait yaitu dinas pertanian terkait mutu beras dan Balai Metrologi terkait takaran,” ujarnya, Selasa (15/7/2025).
BACA JUGA: 9 SD Negeri di Wonogiri Tidak Mendapatkan Murid Baru di 2025, Ini Daftarnya
Berdasarkan hasil monitoring terhadap beras medium dan premium, dari sample yang diambil semua masih sesuai takaran. “Kalau ada perbedaan masih di dalam batas toleransi dan mutu beras dari pengamatan juga masih sesuai standar,” ungkapnya.
Disperindag DIY mengefektifkan tim untuk pengawasan barang beredar dalam beberapa waktu ke depan. “Nanti dilanjutkan tanggal 17 Juli sidak / pengawasan di Pasar Prawirotaman dan swalayan sekitar dengan melibatkan tim TPID [Tim Pengendali Inflasi Daerah] dan Satgas pangan DIY,” katanya.
Salah satu pedagang sembako Pasar Bringharjo, Iswarini, mengaku tidak mengetahui jika ada peredaran beras oplosan. “Saya belum mendengar [adanya isu beras oplosan]. Saya juga enggak pernah mengoplos, dicampur-campur gitu,” ujarnya.
Isu beras oplosan menurutnya juga tidak mempengaruhi permintaan konsumen, karena kebanyakan konsumen kiosnya sudah menjadi langganan. “Karena sudah langganan di sini, terus harga beras juga sudah sendiri-sendiri. Yang murah ada, yang mahal ada,” kata dia.
Adapun harga beras di kiosnya saat ini berkisar mulai dari Rp14.500 hingga Rp18.000 per kg. Ia juga mengaku saat ini ketersediaan beras masih stabil. “Stoknya sekarang aman, ada terus barangnya,” ungkapnya.
BACA JUGA: TikTok Minta Platform Digital Berbasis Konten Pengguna Tidak Diatur dalam RUU Penyiaran
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Eva Guna Pandia, mengatakan kepolisian juga akan ikut mengawasi peredaran beras. “Nanti kita juga akan ikut. Kita akan koordinasi juga dengan Dinas Perdagangan tentunya, dengan Polda DIY juga,” ucapnya.
Pihaknya menghimbau agar jangan ada kegiatan yang mengarah pada kejahatan ekonomi juga di wilayah Kota Jogja. “Karena itu akan merugikan konsumen dan masyarakat juga. Jadi, ayo kita ya, jangan sampai ada kegiatan oplosan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Most Impactful Digital Transformation Enabler
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.
Kalurahan Pendowoharjo mengajukan usulan pemecatan Dukuh Banyon kepada Bupati Bantul terkait dugaan penggelapan sertifikat tanah warga dan pungli program PTSL.
Nvidia memperkenalkan AI synthetic video detector yang mampu mendeteksi video deepfake hanya dalam 22 milidetik dengan akurasi hingga 92 persen.
Doomscrolling adalah kebiasaan membaca berita negatif secara berlebihan di media sosial yang dapat memicu stres, kecemasan, insomnia hingga gangguan kesehatan j