Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Senin (19/2/2024). - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY bersama Satgas Pangan DIY telah memonitor beras dan hasilnya sementara ini belum ditemukan beras oplosan. Pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan beras yang beredar sesuai.
Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menjelaskan pemantauan dilakukan pada Kamis (17/7/2025) di Pasar Prawirotaman dan swalayan. Pemantauan melibatkan Satgas Pangan Polda DIY, Tim Pengendalii Inflasi Daerah (TPID) DIY, Ombudsman DIY, Bulog hingga distributor di DIY.
“Dalam pengawasan ini mengambil beberapa sampel untuk beras premium merk seperti Sawah Panen, Sovia, Sawah Jingga, Fortune, Sania, Ladori, Obor Dengan Produsen Dari Wilmar, Padi Indonesia Maju, Sahabat Sejati UD Sri Rahayu dan PT Tiga Berlian Jaya,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).
Berdasarkan uji yang dilakukan oleh petugas UPT Metrologi kota Jogja, diperoleh hasil berat takaran semua sampel yang diambil tertera di label 5 kg memenuhi standar dengan kisaran berat brutto 5,007-5,084 kg dan berat netto 4,977-5,048 kg.
“Berdasarkan peraturan ada toleransi berat sebesar 1,5 persen sehingga minimum berat ukuran 5 kg yang diperkenankan memenuhi standar minimal 4,925 kg. Berdasarkan pemeriksaan visual mutu beras atau ukuran butiran oleh petugas pengawas mutu hasil pertanian juga memenuhi standar beras premium. Sesuai standar beras premium, butir patah maksimal 15 persen,” katanya.
BACA JUGA: Antisipasi Beras Oplosan, Wali Kota Jogja Imbau Warga Beli di Kios Segoro Amarto
Selain di pasar Prawirotaman, pengawasan juga dilakukan di swalayan Superindo dan hasilnya juga sama, tidak ada penyimpangan baik dari harga jual maupun berat takaran sesuai label. “Dengan pengawasan bersama ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk melindungi konsumen terkait produk yang menjadi makanan pokok,” ungkapnya.
Sebelumnya, Disperindag DIY juga telah memantau beras di Pasar Beringharjo pada awal Juli lalu dan tidakk menemukan penyimpangan. “Berdasarkan hasil monitoring terhadap beras yang ada, sample yang diambil semua sesuai takaran dan mutu beras dari pengamatan juga masih sesuai standar,” ujarnya.
Disperindag DIY juga rutin melakukan pemantauan untuk memastikan barang yang beredar di pasaran di wilayah DIY sesuai dengan standar dan layak untuk dikonsumsi. “Sehingga konsumen akan terlindungi,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.