Carik Bohol Resmi Dipecat usai Divonis Korupsi Dana Kalurahan
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Aktivitas kapal nelayan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo, Rabu (9/7/2025)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo merupakan yang terbesar di DIY. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi.
“Tangkapan ikan di Sadeng bisa mencapai tiga ton per tahunnya,” kata Wahid, Minggu (20/7/2025).
Menurut dia, jumlah ini merupakan yang terbanyak di DIY. Pasalnya, secara akumulasi tangkapan dalam setahun di kisaran lima ton.
Berdasarkan hasil tersebut, sekitar empat ton merupakan hasil ikan di Kabupaten Gunungkidul. Riciannya sebanyak tiga ton berasal dari penangkapan dari Pelabuhan Sadeng, sedangkan sisanya seberat satu ton merupakan tangkapan nelayan di seluruh pesisir di Bumi Handayani.
“Adapun yang satu ton lagi merupakan akumulasi tangkapan nelayan se-DIY, selain dari Gunungkiduul,” ungkapnya.
Wahid mengungkapkan upaya peningkatan fasilitas untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi di Pelabuhan Sadeng terus dilakukan. Salah satunya dengan rencana pembangunan pabrik es di kawasan tersebut.
Hasil kesepakatan dengan Komisi B DPRD Gunungkidul diharapkan adanya fasilitas pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan para nelayan. “Mudah-mudahan bisa direalisasikan di tahun depan, meski kapasitas produksinya belum sesuai kebutuhan di Sadeng. Tapi, setidaknya bisa membantu,” katanya.
BACA JUGA: Nelayan Sadeng Harus Impor Es
Di sisi lain, juga ada pengusulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Pelabuhan Sadeng. Adapun prosesnya sudah diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Tidak hanya perkampungan nelayan yang dibangun, tapi juga ada rencana mendirikan SPBU khusus bagi nelayan,” katanya.
Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan mengatakan, di Pelabuhan Sadeng tidak ada pabrik es. Padahal, kata dia, fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas ikan tangkapan saat di laut.
“Sayangnya di Sadeng belum ada pabrik es. Jelas, ini menyulitkan nelayan,” kata Sarpan, Minggu (13/7/2025).
Menurut dia, kebutuhan es selama ini banyak diperoleh dari luar daerah. Salah satunya, nelayan mendatangkan balok-balok es dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
“Harapannya di Sadeng bisa dibangun pabrik es sendiri. Jadi, neyalan dengan mudah bisa mendapatkan sarana pengawetan ini sehingga kualitas ikan yang ditangkap tetap terjaga dengan baik,” katanya.
Sarpan menambahkan, kebutuhan es ini sangat krusial. Adapun yang diperlukan disesuaikan dengan besar kecil kapal yang digunakan menangkap ikan.
Ia mencontohkan, untuk kapal inkamina bisa membutuhkan balok es sekitar 120 ton. Sedangkan kapal jenis sekoci bisa membutuhkan sekitar 60 ton pada saat di laut.
“Memang banyak dan ini harus diambil dari luar daerah. Coba di Saden tidak ada fasilitas pabrik es, pastinya nelayan tidak kesulitan mendapatkan sarana pembekuan ikan ini,” kata Sarpan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Carik Bohol Rongkop, Kelik Istanto, resmi dipecat usai divonis bersalah dalam kasus korupsi dana kalurahan 2022-2024.
Hacker memanfaatkan iklan Google dan Claude AI untuk menyebarkan malware pencuri password dan data pengguna Mac.
FIFA masih buntu menjual hak siar Piala Dunia 2026 di India dan Tiongkok meski harga sudah diturunkan drastis.
CEO Aprilia memastikan Jorge Martin akan hengkang akhir MotoGP 2026 meski tampil impresif dan bersaing di papan atas klasemen.
Timnas Futsal Indonesia tampil di Copa Del Mundo 2026 Brasil dan akan menghadapi Brasil, Jepang, Prancis, hingga Kazakhstan.
Ramadhan Sananta resmi dilepas DPMM FC. Rumor kepindahan striker Timnas Indonesia ke Persebaya Surabaya mulai menguat.