18 Gerai KDMP Gunungkidul Lolos Verifikasi, 12 Lainnya Ditarget Rampung November
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Aktivitas kapal nelayan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo, Rabu (9/7/2025)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo merupakan yang terbesar di DIY. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi.
“Tangkapan ikan di Sadeng bisa mencapai tiga ton per tahunnya,” kata Wahid, Minggu (20/7/2025).
Menurut dia, jumlah ini merupakan yang terbanyak di DIY. Pasalnya, secara akumulasi tangkapan dalam setahun di kisaran lima ton.
Berdasarkan hasil tersebut, sekitar empat ton merupakan hasil ikan di Kabupaten Gunungkidul. Riciannya sebanyak tiga ton berasal dari penangkapan dari Pelabuhan Sadeng, sedangkan sisanya seberat satu ton merupakan tangkapan nelayan di seluruh pesisir di Bumi Handayani.
“Adapun yang satu ton lagi merupakan akumulasi tangkapan nelayan se-DIY, selain dari Gunungkiduul,” ungkapnya.
Wahid mengungkapkan upaya peningkatan fasilitas untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi di Pelabuhan Sadeng terus dilakukan. Salah satunya dengan rencana pembangunan pabrik es di kawasan tersebut.
Hasil kesepakatan dengan Komisi B DPRD Gunungkidul diharapkan adanya fasilitas pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan para nelayan. “Mudah-mudahan bisa direalisasikan di tahun depan, meski kapasitas produksinya belum sesuai kebutuhan di Sadeng. Tapi, setidaknya bisa membantu,” katanya.
BACA JUGA: Nelayan Sadeng Harus Impor Es
Di sisi lain, juga ada pengusulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Pelabuhan Sadeng. Adapun prosesnya sudah diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Tidak hanya perkampungan nelayan yang dibangun, tapi juga ada rencana mendirikan SPBU khusus bagi nelayan,” katanya.
Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan mengatakan, di Pelabuhan Sadeng tidak ada pabrik es. Padahal, kata dia, fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas ikan tangkapan saat di laut.
“Sayangnya di Sadeng belum ada pabrik es. Jelas, ini menyulitkan nelayan,” kata Sarpan, Minggu (13/7/2025).
Menurut dia, kebutuhan es selama ini banyak diperoleh dari luar daerah. Salah satunya, nelayan mendatangkan balok-balok es dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
“Harapannya di Sadeng bisa dibangun pabrik es sendiri. Jadi, neyalan dengan mudah bisa mendapatkan sarana pengawetan ini sehingga kualitas ikan yang ditangkap tetap terjaga dengan baik,” katanya.
Sarpan menambahkan, kebutuhan es ini sangat krusial. Adapun yang diperlukan disesuaikan dengan besar kecil kapal yang digunakan menangkap ikan.
Ia mencontohkan, untuk kapal inkamina bisa membutuhkan balok es sekitar 120 ton. Sedangkan kapal jenis sekoci bisa membutuhkan sekitar 60 ton pada saat di laut.
“Memang banyak dan ini harus diambil dari luar daerah. Coba di Saden tidak ada fasilitas pabrik es, pastinya nelayan tidak kesulitan mendapatkan sarana pembekuan ikan ini,” kata Sarpan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 1 November 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 1 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 1 November 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
WhatsApp Web bisa diakses melalui QR code atau nomor telepon. Simak cara login, menghubungkan perangkat, hingga logout dengan aman.