Jembatan Garuda Rejosari Dibangun, Warga Tak Lagi Bergantung Crossway
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Aktivitas kapal nelayan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo, Rabu (9/7/2025)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hasil tangkapan ikan di Pelabuhan Sadeng di Kapanewon Girisubo merupakan yang terbesar di DIY. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi.
“Tangkapan ikan di Sadeng bisa mencapai tiga ton per tahunnya,” kata Wahid, Minggu (20/7/2025).
Menurut dia, jumlah ini merupakan yang terbanyak di DIY. Pasalnya, secara akumulasi tangkapan dalam setahun di kisaran lima ton.
Berdasarkan hasil tersebut, sekitar empat ton merupakan hasil ikan di Kabupaten Gunungkidul. Riciannya sebanyak tiga ton berasal dari penangkapan dari Pelabuhan Sadeng, sedangkan sisanya seberat satu ton merupakan tangkapan nelayan di seluruh pesisir di Bumi Handayani.
“Adapun yang satu ton lagi merupakan akumulasi tangkapan nelayan se-DIY, selain dari Gunungkiduul,” ungkapnya.
Wahid mengungkapkan upaya peningkatan fasilitas untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi di Pelabuhan Sadeng terus dilakukan. Salah satunya dengan rencana pembangunan pabrik es di kawasan tersebut.
Hasil kesepakatan dengan Komisi B DPRD Gunungkidul diharapkan adanya fasilitas pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan para nelayan. “Mudah-mudahan bisa direalisasikan di tahun depan, meski kapasitas produksinya belum sesuai kebutuhan di Sadeng. Tapi, setidaknya bisa membantu,” katanya.
BACA JUGA: Nelayan Sadeng Harus Impor Es
Di sisi lain, juga ada pengusulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Pelabuhan Sadeng. Adapun prosesnya sudah diusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Tidak hanya perkampungan nelayan yang dibangun, tapi juga ada rencana mendirikan SPBU khusus bagi nelayan,” katanya.
Ketua Kelompok Nelayan Sadeng, Sarpan mengatakan, di Pelabuhan Sadeng tidak ada pabrik es. Padahal, kata dia, fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas ikan tangkapan saat di laut.
“Sayangnya di Sadeng belum ada pabrik es. Jelas, ini menyulitkan nelayan,” kata Sarpan, Minggu (13/7/2025).
Menurut dia, kebutuhan es selama ini banyak diperoleh dari luar daerah. Salah satunya, nelayan mendatangkan balok-balok es dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.
“Harapannya di Sadeng bisa dibangun pabrik es sendiri. Jadi, neyalan dengan mudah bisa mendapatkan sarana pengawetan ini sehingga kualitas ikan yang ditangkap tetap terjaga dengan baik,” katanya.
Sarpan menambahkan, kebutuhan es ini sangat krusial. Adapun yang diperlukan disesuaikan dengan besar kecil kapal yang digunakan menangkap ikan.
Ia mencontohkan, untuk kapal inkamina bisa membutuhkan balok es sekitar 120 ton. Sedangkan kapal jenis sekoci bisa membutuhkan sekitar 60 ton pada saat di laut.
“Memang banyak dan ini harus diambil dari luar daerah. Coba di Saden tidak ada fasilitas pabrik es, pastinya nelayan tidak kesulitan mendapatkan sarana pembekuan ikan ini,” kata Sarpan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Jembatan Garuda di atas Kali Oya, Rejosari, Semin, disambut antusias warga karena mempermudah akses dan lebih aman saat musim hujan.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
BTS cetak rekor baru di Spotify! Jadi artis pertama dengan 6 video musik di Top 10 Global Music Videos Chart. Dynamite, Butter, DNA, dan lainnya!
Na Hyun-soo tampil menjanjikan di AVC Cup 2026 dan menambah opsi Hyundai Hillstate menjelang V-League 2026/2027 yang juga diperkuat Megawati Hangestri.
Aplikasi kunci gitar terbaik 2026, dari Ultimate Guitar hingga Yousician. Temukan chord dan belajar gitar dengan mudah di HP.