Guru SD di Kulonprogo Wafat Saat Jalani Ibadah Haji
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Foto ilustrasi pembagian Bansos dibuat oleh Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 112 warga Kulonprogo digraduasi atau lulus dari program keluarga harapan (PKH) yang selama beberapa tahun terakhir menjadi keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos). Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPPPA) Kulonprogo mendorong agar para warga yang sudah graduasi dapat berdaya secara ekonomi dan tidak ketergantungan dari bansos.
Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinsos PPPA Kulonprogo, Ika Dwi Wahyuning Kusumastuti mengatakan 112 yang graduasi sudah tidak akan dapat bansos PKH. Namun, masih memungkinkan mendapat bantuan yang bersifat pemberdayaan ekonomi.
BACA JUGA: Di Kota Jogja, Modal Koperasi Kelurahan Merah Putih Purwokinanti Berasal dari Anggota
"Asalkan mempunyai embrio usaha bisa memungkinkan mendapat bantuan program pemberdayaan sosial ekonomi (PPSE) dari Kemensos sehingga ke depan bisa lepas dari bansos sepenuhnya," katanya, Senin (21/7/2025).
Koordinator pendamping PKH Kulonprogo, Dian menambahkan sebanyak 112 yang graduasi PKH meliputi dari 12 kapanewon yang ada. Paling banyak dari Kapanewon Pengasih yang warganya graduasi dari PKH. Jumlahnya mencapai 23 warga yang graduasi PKH. Setelah graduasi 112 warga ini masih terus dimonitoring.
"Agar memastikan para KPM PKH menerapkan ilmu yang didapat, mengatasi kendala dan konsisten menuju kemandirian," ungkapnya.
Sebanyak 112 warga yang graduasi dari PKH ini tidak serta merta lepas dari berbagai jenis bansos pemerintah. Pasalnya masih ada yang mendapatkan bansos PPSE agar dapat mengembangkan lini usahanya. Dari 112 yang graduasi PKH ini sudah ada yang mendapatkan bantuan PPSE dari Kemensos untuk menjalankan usahanya.
Menurutnya, PPSE tersebut diterimanya sebulan sebelum melakoni graduasi. "Mereka 112 itu baru dapat PPSE sebulan sebelumnya sehingga itu dievaluasi dulu ketika memang sudah layak graduasi baru peniadaan KPM bansos," ungkapnya.
Namun, kewenangannya hanya sebatas melakukan monitoring dan evaluasi (monev). Nantinya dilepaskan dari berbagai jenis bansos itu yang memutuskan dari Kemensos dan dinas. PPSE merupakan program dari Kemensos agar mandiri secara ekonomi sehingga mandiri secara pendapatan. Harapannya agar tidak tergantung sama bansos lagi "Tetapi mereka yang 112 itu sudah siap digraduasi," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jemaah haji Kulonprogo Ngadikin wafat di Makkah usai sesak napas saat umrah sunah, dimakamkan di Tanah Suci.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.