ASN Menyusut Drastis! Bupati Kulonprogo Bakal Gabung Sejumlah OPD
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Suasana terminal keberangkatan dan kedatangan di Yogyakarta International Airport, Kecamatan Temon, Jumat (7/6/2019). /Dok-Harian Jogja.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulonprogo mengklaim, kehadiran Bandara YIA cukup berdampak terhadap pendapatan pajak daerah. Peningkatannya cukup signifikan meski pun dampak riilnya belum begitu terasa. Lantaran pendapatan pajak Kulonprogo masih didominasi dari pajak bumi dan bangunan yang mayoritas lahan pertanian.
Kepala Bidang Pelayanan, Pendaftaran, dan Penetapan Pajak Daerah BKAD Kulonprogo, Chris Agung Pramudi menilai tidak benar terkait beredarnya narasi kehadiran Bandara YIA tidak memiliki dampak perekonomian. Menurutnya, kenyataan sebaliknya dapat dilihat dari capaian pajak daerah hotel dan restoran pasca kehadiran Bandara YIA.
"Adanya operasional Bandara YIA terjadi peningkatan wisatawan ke Jogja melalui Kulonprogo yang diikuti tumbuhnya hotel berbintang dan kuliner skala internasional," ungkapnya, Selasa (22/7/2025).
Pertumbuhan hotel berbintang terjadi di sekitar Bandara YIA sampai ke perkotaan Wates. Sedangkan berjamurnya kuliner terjadi di dalam Bandara YIA sampai di sekitar Temon.
Chris Agung mengungkapkan, atas kondisi itu BKAD Kulonprogo melakukan ekstensifikasi pajak daerah. Terutama pajak hotel, restoran dan parkir.
"Per 2025 BKAD Kulonprogo menetapkan dua tarif untuk restoran skala nasional dan internasional dengan omzet di atas Rp200 juta perbulan dikenakan tarif pajak restoran sebesar 10 persen selain tarif lama 8 persen ke semua usaha lokal dan nasional yang omzetnya di bawah Rp200 juta," katanya.
Dia menilai, berdasar dari kondisi tersebut Bandara YIA memiliki kontribusi bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kulonprogo. Setidaknya pajak hotel, restoran dan parkir meningkat cukup signifikan bagi PAD Kulonprogo. Chris Agung menganggap, itu sangat penting bagi kelanjutan pembangunan di Kulonprogo karena meningkatnya PAD.
"Pada 2024 pajak dari sektor itu saja mencapai Rp16 miliar dan di 2025 pada semester pertama ini sudah Rp6miliar," ucapnya.
Padahal, sebelum adanya Bandara YIA capaian pajak di tiga sektor tersebut tidak mencapai angka Rp16 miliar. Dia berharap, operasional Bandara YIA semakin padat ke depan terlebih sudah ditetapkan menjadi satu-satunya bandara internasional di Jawa Tengah dan DIY.
Menurutnya, hal itu menjadi keunggulan yang bisa saja berdampak positif bagi ekonomi dan pariwisata Kulonprogo. Apalagi nanti ada rencana pembangunan aerotropolis maupun embarkasi di Kulonprogo. "Semoga dapat terealisasi sehingga memberikan impact perekonomian," kata Chris Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Sebanyak 9.000 onthelis dan onthelista dari berbagai penjuru Indonesia memeriahkan rangkaian International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) UPN Veteran Yogyakarta mengungkapkan ada tujuh dosen yang diduga terlibat kasus kekerasan se
Turnamen padel internasional FIP Bronze di Jogja diserbu lebih dari 200 peserta dan dorong sport tourism DIY.
Jadwal bola malam ini 22–23 Mei 2026: Arema vs PSIM, final Jepang U-17 vs China, hingga laga Eropa.