Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aji Styawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul berencana membangun shelter pengungsian di tiap kalurahan di Bumi Handayani. Meski demikian, prosesnya dilakukan secara bertahan dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Kepala Bidang Perumahan, DPUPRKP Gunungkidul, Nurgiyanto mengatakan, keberadaan shelter pengungsian merupakan bagian dari upaya mitigasi kebencanaan. Terlebih lagi, dilihat dari sisi geografis, wilayah Gunungkidul juga rawan bencana sehingga perlu dilaksanakan program kesiapsiagaan, guna antisipasi saat terjadi kebencanaan.
“Salah satunya dengan memberikan fasilitas shelter pengungsian di setiap kalurahan,” kata Nurgiyanto, Rabu (30/7/2025).
Meski demikian, untuk merealisasikan di setiap kalurahan tidak segampang yang direncanakan. Pasalnya, pembangunan membutuhkan biaya yang besar dikarenakan di satu lokasi butuh Rp500-600 juta sehingga untuk menjangkau di 144 kalurahan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Sedangkan, dari sisi kemampuan keuangan daerah juga masih terbatas sehingga pelaksanaan dilakukan secara bertahap. Hingga sekarang, kata dia, shelter pengungsian sudah terbentuk di tiga kalurahan meliputi Candirejo, Semin; Tegalrejo, Gedangsari dan Katongan, Nglipar.
“Tahun ini juga dibangun di Kalurahan Serut, Gedangsari. Jadi, total sudah ada di empat lokasi,” katanya.
Dikarenakan keterbatasan anggaran, lanjut Nurgiyanto, pembangunan shelter difokuskan untuk berada di lokasi yang rawan longsor. Sebagai contoh, di tahun depan mengusulkan pembangunan di Kalurahan Rejosari, Semin.
“Fokus pembangunan shelter dilakukan di kalurahan yang rawan longsor sehingga jadi prioritas utama,” katanya.
Keberadaan shelter pengungsian akan dikelola oleh Pemerintah Kalurahan setempat. Hal ini disampikan oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau lanjutan pembangunan shelter pengungsian di Kalurahan Candirejo, Senin (28/7/2025).
“Memang aset dan bangunan shelter milik pemkab, tapi dalam pengelolaan akan di kerja sama kan dengan pemerintah kalurahan,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya, Senin siang.
Di Kalurahan Candirejo, Semin keberadaan shelter hampir rampung karena tinggal melakukan penyempurnaan karena bangunan sudah jadi,” katanya.
Total pembangunan shelter di Candirejo membutuhkan biaya Rp650 juta. Adapun kapasitasnya mampu menampung sebanyak 90 pengungsi.
“Fasilitasnya juga lengkap karena ada kamar mandi, layanan air bersih hingga listrik. Harapannya bisa dimanfaatkan dengan optimal oleh kalurahan untuk antisipasi saat terjadi bencana,” katanya.
Menurut Endah, keberadaan shelter tak melulu untuk penampungan pengungsi. Pasalnya, juga bisa dipergunakan kegiatan Masyarakat lainnya seperti kegiatan olahraga bersama, arena bulutangkis hingga hajatan warga atau kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Kalau tidak ada bencana, boleh dipegunakan untuk olahraga seperti bulutangkis atau kegiatan warga. Yang terpenting, keberadaan shelter harus dikelola dengan baik dan dilakukan perawatan,” kata Bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026