123.779 KK Sleman Sudah Daftar Perlinsos, Mayoritas Lewat Agen
Sebanyak 123.779 KK telah mendaftar Perlinsos Sleman. Sebanyak 79,48% menggunakan bantuan agen, sedangkan 20,52% mendaftar mandiri.
Foto ilustrasi beras. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah toko yang berlokasi di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman yang terindikasi menjual beras oplosan pada Jumat (1/8/2025).
Kepala Dinas Perindag Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih, mengatakan sempat menerima laporan peredaran beras oplosan di Wilayah Kalurahan Maguwoharjo. Adapun hasil sidak hari ini, tidak menemukan beras oplosan yang laporannya dia terima.
“Sudah clear di beberapa gerai waralaba. Ada laporan diindikasikan beras kurang bagus. Bersama Satgas Pangan tadi, kami tidak menemukan. Beras yang tadi kami lihat itu kualitasnya premium ya premium dan beras khusus ya beras khusus,” kata Mae ditemui di kantornya, Jumat.
BACA JUGA: Aprindo Akan Tarik Beras Oplosan
Ketika bertemu dengan pihak gerai beras tersebut, kata Mae penjual mengaku tidak sengaja memperjualbelikan beras oplosan karena tidak tahu bahwa beras yang dijual merupakan beras oplosan. Mengetahui hal tersebut, penjual menghentikan dan mengembalikan beras yang ada ke pengirim.
Disinggung apakah gerai melakukan packing mandiri beras tersebut atau menerima kiriman, Mae mengatakan Disperindag akan mendalami lagi kasus itu.
“Tadi hanya petugas yang kami temui, jadi kami akan mendalami lebih lanjut. Memang kami juga monitoring rutin bersama Satgas Pangan terkati peredaran beras di Sleman,” katanya.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti, mengatakan laporan terkait beras oplosan tersebut pihaknya terima dari warga. Warga ini memang sempat membeli beras di salah satu gerai di Kalurahan Maguwoharjo.
“Laporan dari warga yang membeli beras di salah satu toko swalayan modern di Tajem,” kata Kurnia.
Beras yang dimaksud dalam aduan yang Disperindag terima adalah beras premium Pulen Wangi merk salah satu toko modern berkemasan 5 kg yang diproduksi salah satu CV di DIY. Informasi yang disampaikan oleh penjaga toko beras tersebut, beras itu diperjualbelikan terakhir kali pada 25 Juli 2025 dengan harga Rp69.500 per 5 kg dan sudah ditarik dari toko setelah tanggal 25 Juli 2025.
Hasil pengecekan di salah satu toko modern di Jalan Raya Tajem juga tidak ditemukan adanya beras premium Pulen Wangi merk salah satu toko modern berkemasan 5 kg.
Kurnia juga sempat mendapati ada beras yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) setelah sejumlah instansi melakukan pemantauan beras di pasar di Kabupaten Sleman beberapa hari lalu. Temuan ada di Pasar Sleman dan Cebongan.
Beras premium tersebut dijual di kisaran Rp15.500 – Rp16.800 per kilogram (kg). Padahal, Peraturan Badan Pangan Nasional No. 5/2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pangan Nasional No. 7/2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras, telah mengatur bahwa HET beras premium Rp14.900 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 123.779 KK telah mendaftar Perlinsos Sleman. Sebanyak 79,48% menggunakan bantuan agen, sedangkan 20,52% mendaftar mandiri.
DPRD Bantul menyoroti pembakaran sampah liar di Pleret yang mengganggu warga. Dewan meminta kesepakatan pemindahan dipatuhi.
Monyet dari Suaka Margasatwa Sermo mulai masuk permukiman Hargowilis. Warga khawatir satwa kesulitan mendapat pakan alami.
Pansus Papua DPD RI merekomendasikan evaluasi pendekatan keamanan di Maybrat agar warga tetap aman dan leluasa beraktivitas.
Cleansing LBS Sleman untuk proyek kereta gantung Prambanan rampung. Pemrakarsa kini bisa memproses perubahan LSD di Kementerian ATR/BPN.
Kemenpar mengandalkan gastronomi untuk mengejar target 16–17 juta wisman 2026. Kunjungan Januari–Juli mencapai 8,97 juta.