Krisis Air, 52 Hektare Sawah Banaran Kulonprogo Tak Bisa Ditanami
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Narkoba - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com KULONPROGO—Polres Kulonprogo menangkap seorang pria atas tindak pidana penyalahgunaan obat berbahaya (Obaya). Pelaku berinisial CWN, 22 dibekuk ketika berada di Masjid Bandara YIA, Temon, Kulonprogo pada Senin (4/8/2025) lalu.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko menyampaikan, CWN ditangkap seorang diri. Menurutnya, Satresnarkoba Polres Kulonprogo melakukan tangkap tangan terhadap CWN.
BACA JUGA: Menteri PPPA: Orangtua Harus Terapkan Pola Asuh Cegah Kekerasan Anak
"Dari pemeriksaan dan penggeledahan terhadap CWN ditemukan barang bukti empat butir pil warna putih dengan simbol Y di dalam dompet pelaku," katanya, Rabu (6/8/2025).
Obat tersebut biasa juga dikenal dengan pil sapi yang masuk golongan Obaya. Tidak berhenti di situ, polisi melakukan pendalaman terhadap CWN. Rumah CWN turut diperiksa dan digeledah. "Ditemukan barang bukti 40 butir pil yang sama dari rumah pelaku," kata Sarjoko.
Kini barang bukti dan CWN dibawa ke Polres Kulonprogo untuk penanganan lebih lanjut. Masih diselidiki darimana CWN mendapatkan obaya tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Kamis 17 September 2026 lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C
KPK mendalami dugaan mahasiswa titipan dalam penerimaan maba Unsoed dengan memeriksa tiga wakil rektor dan empat saksi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 17 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Kemenkeu masih membahas kelanjutan perombakan pejabat DJP dan DJBC, termasuk proses penunjukan serta pelantikan pejabat.
Pemerintah mulai menerapkan Strategic Trade Management atau STM di sektor nuklir sebagai tahap awal sistem pengawasan perdagangan strategis.