Bahaya OOT Mengintai Remaja Jogja, BPOM Ungkap Fakta Mengerikan
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Muja Muju, Umbulharjo berupaya mengelola sampah anorganik secara mandiri melalui beberapa bank sampah yang aktif. Melalui program tersebut diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan sampah di Kota Jogja.
Ketua Forum Bank Sampah (FBS) Umbulharjo, Agnes Eny menjelaskan warga setempat telah mengolah sampahnya secara mandiri. Menurutnya, pengelolaan sampah di sana telah menunjukkan dampak yang signifikan.
"Masyarakat di wilayah ini tidak hanya aktif memilah sampah, tapi juga secara kolektif mengolahnya," katanya Kamis (7/8/2025).
Dia menilai pengolahan sampah yang dilakukan warga setempat dapat berjalan optimal karena kerjasama yang kuat antara warga, pengurus kampung, dan kader setempat.
BACA JUGA: Bupati Kolaka Timur Abdul Azis Bantah Ditangkap KPK
Saat ini Kelurahan Muja Muju telah memiliki 18 bank sampah yang secara aktif mengolah sampah. Dia menilai keberadaan bank sampah tersebut menjadi tulang punggung dalam menekan volume sampah anorganik sekaligus meningkatkan ekonomi warga.
"FBS tidak hanya menjalankan peran administratif dalam menimbang dan mencatat sampah yang disetor oleh nasabah, tetapi juga secara aktif memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat, terutama di tingkat RT dan RW," katanya.
Ia berharap melalui bank sampah, partisipasi aktif warga dalam sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis komunitas dapat ditingkatkan.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar bergabung menjadi nasabah bank sampah. Tujuannya bukan hanya untuk mendapatkan manfaat ekonomi, tapi juga sebagai bagian dari gerakan menjaga lingkungan,” katanya.
Selain pengelolaan sampah anorganik melalui bank sampah, menurutnya, warga setempat telah mengolahan sampah organik menggunakan beberapa metode, antara lain dengan metode biopori, Lodong Sisa Dapur (Losida), dan ember tumpuk.
"Saat ini terdapat 678 unit Losida dan 80 unit ember tumpuk yang tersebar di lingkungan warga. Pemanfaatan metode ini terbukti efektif dalam menekan limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan produk bermanfaat seperti kompos cair dan pupuk padat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.