DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Kondisi kambing yang selamat dari serangan hewan liar di Dusun Cak Bohol, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus. /Dok-Harian Jogja.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Musim kemarau tidak hanya ditandai dengan adanya serangan monyet ekor panjang di lahan pertanian milik Masyarakat di kawasan pesisir. Pasalnya, juga ada potensi lain berupaya serangan terhadap ternak yang sering dipelihara di ladang.
Lurah Purwodadi, Tepus, Sagiyanto mengatakan, di musim kemarau seringkali ada serangan hewan misterius terhadap ternak-ternak warga. Kendati demikian, untuk tahun ini belum ada laporan serangan.
“Tahun lalu ada, tapi untuk jumlah kambing yang mati karena gigitan hewan liar agak lupa. Untuk saat ini, belum ada laporan,” katanya saat dihubungi Kamis (14/8/2025).
BACA JUGA: Mulai 2026, Setiap Kalurahan di Kulonprogo Bakal Memiliki Lapangan Voli
Meski belum ada ternak yang menjadi korban, tapi Sagiyanto mengungkapkan bahwa potensi serangan tetap harus diwaspadai. Terlebih lagi, keberadaan ternak yang dipelihara berada di ladang sehingga pengawasan saat malam hari menjadi berkurang karena jauh dari permukiman.
“Sudah jadi kebiasaan warga memelihara ternak di tengah ladang. Tujuannya, untuk memudahkan mencari pakan,” katanya.
Menurut dia, kearifan lokal ini bukan tanpa ancaman sehingga warga diminta lebih waspada dan meningkatkan pengawasan. “Mudah-mudahan di tahun ini tidak ada kambing milik warga yang jadi korban serangan hewan liar,” katanya.
Upaya mengurangi risiko serangan dilakukan dengan memberikan sosialisasi ke Masyarakat lewat para Dukuh se-Purwodadi. Kepada warga diberitahukan untuk memperkuat kandang di tengah ladang dan meningkatkan pengawasan agar terhindar dari potensi serangan hewan liar.
“Bagi pemilik anjing juga diminta untuk tidak melepasliarkan. Sebab, diduga serangan ke hewan ternak ini dilakukan oleh kawanan anjing liar,” katanya.
Imbauan sama dilakukan oleh Lurah Girimulyo, Panggang, Sunu Raharjo. Menurut dia, dua bulan lalu di wilayahnya sudah ada kambing yang mati karena serangan hewan liar.
BACA JUGA: Polres Bantul Limpahkan Kasus Penipuan Pembelian Perusahaan ke Kejaksaan
Ia meminta agar kejadian yang sama tidak terulang dengan meningkatkan pengawasan. Hal ini dikarenan serangan hewan liar terhadap ternak banyak terjadi pada saat musim kemarau seperti sekarang.
“Memang kebiasaan warga banyak yang memelihara kambing di ladang sehingga pengawasannya berkurang. Makanya kami minta untuk lebih diperketat sehingga ternak yang dimiliki tidak menjadi korban serangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.