UMKM Kulonprogo Bidik Pasar Internasional, Digital Marketing hingga AI Jadi Bekal
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.
Voli - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan menganggarkan setiap kalurahan di wilayahnya memiliki lapangan olahraga.
Rencana pembangunan lapangan voli tersebut dianggarkan dimulai 2026 nanti. Lapangan yang dibangun juga diharapkan bisa digunakan untuk olahraga lainnya seperti badminton atau tenis meja.
"Setiap kalurahan akan memiliki satu lapangan voli yang akan rampung dalam jangka empat tahun. Kami baru siapkan lapangan voli dulundengan spesifikasi lapangan layak untuk turnamen," ucapnya, Kamis (14/8/2025).
BACA JUGA: Dinsos Kulonprogo Proses Pengaktifan Kembali BPJS PBI Bagi Masyarakat Tidak Mampu
Menurutnya, kebijakan membangun lapangan voli di setiap kalurahan untuk menyerap aspirasi dari masyarakat menginginkan itu. Selain itu, anggaran Pemkab juga tidak memungkinkan untuk membangun lapangan sepakbola di tiap kalurahan.
"Jadi disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan aspirasi masyarakat tidak hanya keputusan Pemda saja," imbuhnya.
Nantinya, lanjut Agung, setiap lapangan voli yang dibangun, pengelolaannya diserahkan ke kalurahan melalui mekanisme hibah ke karang taruna sehingga tidak mempersulit ke kalurahan.
Dia berharap, kehadiran lapangan voli dapat mendongkrak perekonomian kalurahan. Bisa dilihat ketika ada penyelenggaraan event olahraga atau seni geliat UMKM menguat. "Contohnya di Alun-alun Wates ada pagelaran seni tambah ramai tetapi kami harus bisa menata ramai boleh tidak sampai ricuh ataupun kumuh," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMK Dalduk KB) Kulonprogo, Muhadi mengaku, program tersebut pelaksana kegiatannya di instansi yang dipimpinnya.
Menurutnya, sekarang prosesnya masih diolah oleh Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulonprogo.utamanya terkait penganggarannya. Lapangan untuk 88 kalurahan itu berlangsung selama empat tahun. "Mulai dari APBD tahun anggaran 2026 sampai 2029," ungkapnya.
Muhadi menjelaskan, setelah rampung proses di Bapperida nantinya akan dibahas di DPRD Kulonprogo sehingga baru dapat dimulai pelaksana kegiatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo dan Kemendag melatih 60 UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. Program pendampingan intensif disiapkan selama delapan bulan.
Reza Rahadian mengungkap tiga adegan favorit di film Laut Bercerita, mulai dari penjara hingga tantangan syuting di kedalaman laut.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp8 miliar untuk sanitasi permukiman, dengan target layanan aman bagi sekitar 600 KK setiap tahun.
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.
Suahasil Nazara melantik dan mengangkat lima pejabat eselon I Kemenkeu pada 23 Oktober 2026, termasuk Sekjen dan Dirjen Perbendaharaan.
Investasi Sleman mencapai Rp3,53 triliun pada Januari-September 2026. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyumbang Rp1,58 triliun.