Tunggakan PBB Gunungkidul Capai Rp26 Miliar, DPRD Soroti Penagihan
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
Kasus malaria. Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat ada dua warga yang terjangkit malaria. Meski demikian, temuan kasus bukan murni dari Bumi Handayani karena penderita terkena saat melakukan perjalanan dari daerah endemic malaria.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, Kabupaten Gunungkidul masuk wilayah bebas malaria sejak 2014 lalu. Meski demikian, upaya penyebaran tetap adan dan harus diwaspadai.
BACA JUGA: Terkena Longsor Sejak 2023, Jalan Kabupaten di Gedangsari Gunungkidul Belum Diperbaiki
Sebagaimana data yang tercatat, di 2022 lalu terdapat satu kasus. Setahun kemudian ditemukan empat kasus dan di 2024 nol temuan malaria.
“Kalau di 2025 sudah ada dua kasus malaria yang ditemukan,” kata Ismono, Jumat (15/8/2025).
Meski ada temuan kasus malaria, ia mengklaim penyebaran atau temuan penularan yang berasal dari wilayah di Kabupaten Gunungkidul. Pasalnya, temuan karena adanya perjalanan para penderita dari wilayah yang masuk endemic malaria.
“Jadi tidak tertular di Gunungkidul, tapi pasien ini telah melakukan perjalanan dari daerah yang ada kasus malarianya,” ungkapnya.
Selain itu, temuan kasus juga disebabkan para pederita kembali kambuh setelah dinyatakan sehat. Oleh karena itu, upaya pencegahan terus dilakukan agar penyakit malaria bisa terus terkendali.
Salah satu upayanya dengan melakukan skrining bagi anggota TNI di Kodim 0730/GK. Skrining dilaksanakan karena banyak prajurit yang pernah ditugaskan di luar daerah, yang salah satunya menjadi endemic malaria.
“Kami juga melakukan sosialisasi, bagi warga yang pulang dari daerah endemis malaria untuk melaksanakan pemeriksaan ke puskesmas terdekat,” katanya.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto mengatakan, belum mendapatkan laporan resmi terkait dengan penyebaran malaria di Gunungkidul. Meski demikian, ia berharap kepada dinas kesehatan untuk benar-benar memastikan bahwa temuan kasus bukan berasal dari wilayah Bumi Handayani.
“Mudah-mudahan benar dari luar daerah. Tapi, apapun itu harus tetap diwaspadai,” katanya.
Di sisi lain, ia juga terus mendorong agar sosialisasi pola hidup bersih dah sehat di Masyarakat terus digencarkan. Langkah ini sebagai upaya menjaga kesehatan agar tidak mudah terserang penyakit.
“Kalau tubuh vit, maka tidak mudah terserang penyakit. Makanya gerakan kesehatan di Masyarakat harus digencarkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
Jadwal KRL Palur-Jogja Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Stasiun Jogja, termasuk waktu di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di tiap stasiun.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.
Perubahan status sejumlah jalan di Kulonprogo menjadi jalan lingkungan membuat sumber pembiayaan lebih fleksibel, dari APBD hingga APBKal.