DPRD Bantul Minta Biaya Perawatan Jalan Ditambah di APBD Perubahan
DPRD Bantul mendorong kenaikan anggaran perawatan jalan dalam perubahan APBD 2026 agar kerusakan dan lubang segera ditangani.
Penampakan rumah warga yang terancam longsor akibat talut di Sungai Gajahwongyang ambrol imbas hujan deras pada Selasa (19/8/2025) kemarin/ Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL–Hujan deras pada Selasa (19/8/2025) sore menyebabkan talut Sungai Gajahwong yang berada di perbatasan Kota Jogja dan Kabupaten Bantul ambrol.
Akibatnya, rumah milik Teddy Agus, 43, warga RT 14 Sorowajan Baru, terancam longsor karena tanah di bagian belakang rumahnya hanyut terbawa arus.
BACA JUGA: Politisi Muda Finlandia Diduga Bunuh Diri
Menurut Teddy, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Debit air sungai yang meningkat pesat membuat aliran meluap dan menghantam tanggul di sisi belakang rumahnya.
“Awalnya hujan deras dari siang, sekitar jam 3 sore tanah sudah ambrol. Bagian belakang rumah saya untuk tempat cucian ikut longsor sekitar 5x2 meter. Untungnya rumah ini sedang tidak saya tinggali karena saya kontrak di tempat lain,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Teddy menambahkan, ambrolnya talut membuat bangunan di bagian belakang rumahnya kini menggantung karena tanah penopangnya hilang. Meski sempat ada rencana evakuasi barang, keterbatasan personel membuat proses itu belum maksimal.
“Kalau hujan deras lagi, air bisa semakin menggerus dan memperluas longsoran,” katanya.
Dari pantauan di lokasi, ambrolan tanah sudah ditandai dengan garis polisi untuk mencegah warga mendekat karena kondisi rawan. Sejumlah pihak, mulai dari Polsek, Babinsa, hingga BPBD, telah meninjau lokasi. Bahkan Dinas PUPKP setempat juga datang melakukan pengecekan awal.
Dukuh Sorowajan, Muhammad Ridwan mengatakan, langkah darurat akan segera ditempuh. “Dari desa akan melayangkan surat permohonan ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) melalui tembusan desa agar bisa segera dilakukan pemasangan bronjong. Itu penanganan sementara sambil menunggu tindak lanjut Pemkab,” jelasnya.
Ridwan menyebut debit air sungai saat kejadian mencapai 2,3 meter, melewati ambang batas aman 2 meter. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Alhamdulillah korban nihil, hanya kerugian material,” tegasnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan memperkuat talut di bantaran Sungai Gajahwong. Pasalnya, kondisi tebing yang sudah terkikis berisiko menimbulkan longsor lebih besar jika intensitas hujan tinggi kembali terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong kenaikan anggaran perawatan jalan dalam perubahan APBD 2026 agar kerusakan dan lubang segera ditangani.
PBNU masa khidmah 2021-2026 resmi demisioner dalam Muktamar ke-35 NU. Kiai Miftachul Akhyar meminta maaf dan berharap khidmah berakhir husnul khatimah.
PWI Pusat mendukung pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional dan siap mengawal proses administratif serta jalur strategis di tingkat pusat.
ARTJOG 2026 Catat Lebih dari 87 Ribu Pengunjung, Heri Pemad Soroti Dampak bagi Ekosistem Seni dan Ekonomi Jogja
Beasiswa Santri Baznas 2026 dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi. Setiap penerima mendapat bantuan Rp4 juta dan pembinaan.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.