Jembatan Jonge Diperbaiki, Jadi Prioritas Infrastruktur di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah dana keistimewaan (danais) yang digelontorkan Pemerintah Pusat untuk DIY direncanakan akan berkurang karena dipotong. Bahkan pada tahun mendatang pemotongan terjadi secara signifikan.
Kondisi ini membuat sejumlah program pembangunan di DIY yang biasanya didanai dengan danais kian tak jelas. Salah satunya bantuan keuangan khusus (BKK) Danais Padat Karya. Kabupaten dan Kota selaku pihak yang akan menerima program padat karya ini pun belum mengetahui bagaimana nasib program ini
“Kalau di 2025, memang tidak ada program padat karya yang bersumber dari dana keistimewaan. Yang ada, untuk tahun ini merupakan padat karya yang bersumber dari APBD kabupaten,” kata Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto, Kamis (21/8/2025).
BACA JUGA: Sultan HB X: Danais Bukan Kompensasi Politik
Ia mengakui sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan turunnya pagu danais yang digelontorkan di tahun depan yang menurun signifikan. Hanya saja, Nanang belum tahu terkait dengan keberlanjutan program padat karya dari Pemerintah DIY.
Menurut dia, kebijakan program padat karya merupakan hasil persetujuan bersama antara DPRD dengan Pemerintah DIY. terlebih lagi, pelaksanaan kegiatan juga merupakan hasil pokok-pokok pikiran dari anggota dewan provinsi.
“Jadi, kepastiannya juga menunggu koordinasi antara DPRD dengan eksekutif di Pemerintah DIY. Yang jelas, kita tinggal menjalankan saja,” katanya.
Disinggung mengenai padat karya terakhir yang dilaksanakan, Nanang mengakui untuk program BKK dari Pemerintah DIY terakhir dilaksanakan di 2024. Tahun lalu, total ada 195 kegiatan yang terlaksana yang bersumber dari APBD provinsi.
BACA JUGA: Lahan Penuh, Pemkot Jogja Cari Tempat Permakaman Baru di Kabupaten Penyangga
“Tahun ini hanya bersumber dari APBD Kabupaten. Sedangkan, dari APBD DIY belum ada untuk padat karya di 2025,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.
KPK memperpanjang penahanan Bupati nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terkait dugaan korupsi pemerasan OPD.
Mendag Budi Santoso memastikan impor bahan baku plastik berupa nafta dari AS mulai masuk Indonesia pada pertengahan Mei 2026.