Sekolah Rakyat Kulonprogo Beroperasi Meski Pembangunan Belum Tuntas
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
Wisatawan berada di area pemecah ombak, Pantai Glagah, Kulongprogo - ist/Kulonprogokab.go.id
Harianjogja.com, KULONPROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo memprediksi dana keistimewaan (Danais) DIY yang diterima 2026 nanti akan berkurang jumlahnya dibanding 2025. Hal itu imbas adanya pemangkasan Danais DIY untuk 2026 hanya menjadi Rp500 miliar saja. Untuk diketahui di 2025 ini, Kulonprogo mendapat Danais DIY sebesar sekitar Rp53 miliar.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono mengatakan sampai sekarang belum mendapat informasi resmi dari Pemda DIY terkait pemangkasan Danais. Namun, menurutnya kemungkinan besar memang anggaran Danais DIY yang didapatkan Kulonprogo akan lebih rendah dari Rp53 miliar. “Bisa jadi seperti itu (turun) tetapi nanti kami lihat dahulu hasil dari desk provinsi. Tetapi memang kemungkinan akan lebih kecil dibanding tahun ini,” katanya saat dihubungi, Jumat (22/8/2025).
BACA JUGA: Danais Dipangkas, Semua Kegiatan Terdampak
Dia menuturkan, sampai sekarang belum mengetahui imbas pemangkasan Danais di Kulonprogo untuk kegiatan apa saja karena dari Pemda DIY belum membeberkan alokasinya secara utuh. Ketika nantinya kegiatan yang dibiayai Danais DIY dipotong sehingga otomatis tidak bisa dilaksanakan di 2026. Triyono mengaku, Pemkab Kulonprogo hanya bisa mengikut sesuai ketentuan yang diputuskan dari provinsi.
“Bagian mana yang akan dipotong dan dipangkas kami belum tau. Rp500 miliar itu untuk apa saja nanti kami diundang provinsi,” imbuhnya. Pemangkasan Danais DIY tidak akan berdampak pada banyak kegiatan karena yang akan hilang hanya program yang dibiayai Danais saja. Sedangkan untuk program kegiatan yang bersumber dana lainnya tidak berdampak.
Pria yang pernah menjabat Bappeda Kulonprogo ini mengungkapkan, tidak ada upaya menaikan pajak atau retribusi daerah imbas pemangkasan Danais DIY. Menurutnya target pendapatan Kulonprogo sudah diketok beberapa waktu lalu dalam KUA PPAS. “Tidak kemudian Danais dipotong terus kami menaikan pajak retribusi tidak ada kaitannya karena pajak retribusi sudah dimaksimalkan. Masing-masing program sumber dananya sudah dituangkan dalam RAPBD,” ucap Triyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Palur hingga Yogyakarta. Tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 1 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000.
Pemkab Bantul memastikan izin Gereja Misi Sejahtera akan diberikan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
Tambahan dana transfer ke daerah telah dihitung pemerintah dan kini menunggu arahan Presiden Prabowo Subianto sebelum diumumkan.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.