Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X bertemu Kepala BBWSSO, Maryadi Utama di Kepatihan, Senin (25/8/2025)./ist Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) untuk membangun lima embung di DIY. Embung-embung ini nantinya akan dapat mendukung irigasi di daerah pertanian yang masih kekurangan air, seperti di Kulonprogo sisi utara.
Kepala BBWSSO, Maryadi Utama, mengatakan, menjelaskan ia mendapat arahan dari Sultan untuk membantu penyediaan air untuk irigasi di wilayah Kulon Progo dan Bantul. “Dalam hal ini, beliau pun mengusulkan pembuatan lima embung di wilayah DIY,” ujar Kepala BBWSSO baru ini di Kepatihan usai bertemu Sri Sultan HB X, Senin (25/8/2025).
Usulan pembuatan embung ini oleh Sri Sultan didasarkan pada kondisi pertanian, utamanya di Kulonprogo sisi utara yang sampai saat ini belum kebagian pengairan. Untuk menindaklanjuti hal ini, pihaknya akan segera melakukan survei ke lokasi agar pengusulan pembuatan embung ini juga bisa maksimal dan segera dilakukan.
“Hal ini juga akan dikawal oleh Komisi V DPR RI. Mudah-mudahan di 2026 dapat terealisasikan. Meski kami sendiri tidak bisa menjanjikan, namun kami optimistis karena hal-hal yang berhubungan dengan ketahanan pangan juga menjadi prioritas Bapak Presiden,” katanya.
BACA JUGA: Perbaikan Gor Olahraga Cangkring Kulonprogo Ditarget Rampung Desember
Kepala Bidang Operasi Pemeliharaan BBWSSO, Vicky Aryanti, menambahkan beberapa usulan pembangunan embung untuk irigasi di DIY, yakni Embung Temuwuh, Dlingseng, Nawungan, Ngroto, dan Embung Sentolo. Embung-embung ini nantinya akan menunjang pengairan lahan pertanian warga untuk meningkatkan produksi pangan.
“Jadi, Sri Sultan menginginkan embung-embung ini nantinya tidak harus besar. Cukup seluas 15-20 hektare saja, karena yang terpenting banyaknya. Beliau inginnya kecil-kecil saja tapi banyak dan menyebar,” ujarnya.
Selain mengenai pembangunan embung, Sri Sultan juga berharap BBWSSO dapat terlibat dalam upaya pengendalian banjir akibat luapan air sungai di DIY. Secara spesifik untuk Sungai Opak, Sri Sultan berharap BBWSSO dapat turut serta dalam upaya menghidupkan kembali transportasi air di sungai tersebut.
“Beliau juga tadi menyampaikan bagaimana agar Sungai Opak bisa dilayari oleh perahu sehingga bisa menjadi tempat wisata dan juga terbentuk lalu lintas transportasi air. Misalnya bisa seperti dulu, dari Hotel Jayakarta ke arah Bantul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Tulus merilis single Teh Hijau yang langsung disambut antusias penggemar dan mendapat pujian dari Fiersa Besari.
Analisis mengungkap tiga penyebab utama Jerman tersingkir dari Piala Dunia 2026, mulai dari taktik Julian Nagelsmann hingga hilangnya identitas permainan.
KA Bandara YIA berbasis PSO melayani sekitar 140.000 penumpang melalui Stasiun Wates selama semester I 2026, memperkuat konektivitas DIY.
Pemkot Magelang menyalurkan bantuan pangan kepada 201 balita stunting sekaligus mencanangkan Gerakan Stop Boros Pangan.
Jogging Track Lapangan Paseban Bantul telah mencapai progres 90 persen dan ditargetkan rampung akhir Juni sebelum dibuka untuk masyarakat.