18 Dapur MBG di Bantul Masih Berhenti Operasi, Tunggu Verifikasi BGN
Sebanyak 18 SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Bantul masih berhenti beroperasi dan menunggu verifikasi BGN. Sebanyak 102 dapur MBG tetap berjalan normal.
Desa Wisata Wukirsari, Bantul. - Google Maps
Harianjogja.com, BANTUL—Wacana pemangkasan Dana Keistimewaan (Danais) DIY tidak terlalu berpengaruh terhadap operasional Desa Wisata Wukirsari, Imogiri, Bantul.
Hal ini disampaikan oleh Lurah Wukirsari, Susilo Hapsoro, dan Ulu-ulu Kalurahan Wukirsari, Asnan Hidayat, Selasa (26/8/2025).
Susilo menegaskan, meski ada pemangkasan, Desa Wisata Wukirsari masih mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Danais untuk pengembangan wisata.
“Alhamdulillah kami masih mendapatkan BKK Danais untuk pengembangan Wisata Wukirsari. Jumlahnya memang sedikit berkurang, tetapi masih banyak, bahkan nilainya tetap lebih dari Rp1 miliar,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, pemangkasan anggaran tersebut tidak terlalu memengaruhi program yang sudah berjalan.
BACA JUGA: Subsidi Dipangkas, Pendapatan Trans Jogja Harus Tetap Meningkat
“Artinya pemangkasan danais ini tidak berdampak terlalu besar bagi pengembangan wisata Wukirsari. Kegiatan yang direncanakan sebagian besar masih bisa terlaksana,” kata Susilo.
Asnan Hidayat Ulu-Ulu Kalurahan Wukirsari menjelaskan bahwa dampak pemangkasan Danais untuk tahun depan belum bisa dipastikan. Sebab, setiap tahun kebutuhan dan pengajuan dana berbeda-beda.
“Untuk rencana tahun depan, kita juga belum tahu akan mendapat Danais lagi atau tidak, atau mungkin dipangkas. Jadi dampaknya belum bisa dirasakan sekarang,” jelasnya.
Meski begitu, Asnan menekankan bahwa Desa Wisata Wukirsari sudah cukup mandiri dalam pengelolaan.
“Kalau sampai pemangkasan terjadi, memang ada program yang bisa tertunda. Tetapi secara keseluruhan, desa wisata tetap bisa berjalan karena tidak sepenuhnya tergantung Danais. Sarana prasarana sudah banyak dibantu dari CSR maupun dinas lain,” katanya.
Menurut Asnan, Danais selama ini lebih banyak digunakan untuk pembangunan dan pengembangan destinasi wisata.
Mulai dari pembangunan fasilitas pendukung, penyediaan kendaraan antar destinasi, hingga promosi wisata. Selain itu, dana tersebut juga menopang pelatihan masyarakat dan penguatan UMKM yang menjadi penopang kegiatan wisata di Wukirsari.
“Asalkan masih ada dukungan walau sedikit, wisata tetap bisa jalan. Harapannya tentu saja pendanaan Danais ke depan bisa kembali maksimal agar pengembangan lebih sempurna, terutama untuk UMKM sebagai pendukung wisata,” tambahnya.
Dengan kondisi tersebut, baik pemerintah kalurahan maupun pengelola wisata Wukirsari optimistis bahwa keberlangsungan wisata tetap terjaga.
“Meskipun Danais berkurang, wisata Wukirsari sudah mampu berjalan secara berkelanjutan dan mandiri,” kata Asnan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 SPPG Program Makan Bergizi Gratis di Bantul masih berhenti beroperasi dan menunggu verifikasi BGN. Sebanyak 102 dapur MBG tetap berjalan normal.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Perceraian akibat judi di Indonesia mencapai 4.623 kasus sepanjang 2025. Angkanya melonjak 365 persen dalam lima tahun terakhir.
Nissan Kicks generasi kedua resmi meluncur di Jepang. Kini dibekali teknologi AWD elektrik e-4ORCE, e-POWER terbaru, dan harga mulai Rp304 juta.
Cristiano Ronaldo siap menjalani Piala Dunia keenam bersama Portugal. Sang kapten mengirim pesan emosional jelang laga pembuka melawan Republik Demokratik Kongo
Sultan HB X menegaskan tak ada toleransi bagi penyalahgunaan tanah di DIY. Pengawasan TKD diperketat dan pelanggaran akan ditindak tegas.