Kebakaran Lahan Bantul Melonjak, Wukirsari Tiga Kali Terbakar
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Ilustrasi imunisasi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Campak kembali muncul di wilayah Bantul sepanjang 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mencatat ada 198 suspek dengan delapan kasus yang terkonfirmasi positif.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) karena tidak ada hubungan antar kasus.
Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi, dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Bantul, Elina Chrisniati, menegaskan sebagian besar penderita adalah anak-anak. “Rata-rata penderita adalah anak-anak, terutama balita,” jelas Elina Selasa (26/8/2025).
Menurutnya, penanganan pasien dilakukan dengan pemberian vitamin A, pengobatan berdasarkan gejala, serta melengkapi status imunisasi bila ada yang belum lengkap. Penyakit campak sendiri bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
“Tingkat keparahannya cenderung rendah, tetapi bisa berbahaya jika diderita oleh pasien dengan penyakit pemberat,” ujarnya. Ia juga menekankan, “Karena ini virus yang ada di lingkungan, bisa mengenai siapa saja dalam kondisi tubuh tidak fit.”
Meski ada temuan kasus, capaian imunisasi campak rubella di Bantul justru tergolong sangat baik. Angkanya sudah menembus di atas 95 persen, melampaui target nasional.
“Imunisasi rutin juga terus diberikan, mulai usia 9 bulan, 18 bulan, hingga SD kelas 1,” imbuh Elina.
BACA JUGA: Jadwal Pemadaman Listrik di Jogja, Sleman dan Bantul Hari Ini, Rabu 27 Agustus 2025
Dari hasil pemetaan, kasus campak tahun ini tidak terpusat di satu kawasan melainkan tersebar di berbagai kapanewon. Selama 2024 lalu, Bantul mencatat 13 kasus positif tanpa ada kematian. Begitu pula tahun ini, dari kasus yang ada tidak ditemukan pasien meninggal dunia.
Elina pun mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemberian imunisasi. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap melengkapi imunisasi sesuai jadwal agar terhindar dari risiko campak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 29 Juli 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Gunungkidul menjadi satu-satunya wilayah yang diprediksi cerah sepa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Jalan Jetis-Karangsemut Bantul ditutup 29-31 Juli 2026 untuk pemasangan box culvert dan pengaspalan. Simak jadwal serta jalur alternatifnya.