Danais Dipangkas, Lurah di Gunungkidul Khawatir Program Tak Jalan

David Kurniawan
David Kurniawan Selasa, 26 Agustus 2025 21:27 WIB
Danais Dipangkas, Lurah di Gunungkidul Khawatir Program Tak Jalan

Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lurah di Gunungkidul khawatir pemangkasan anggaran dana keistimewaan akan berpengaruh terhadap program kegiatan yang direncanaaan di tahun depan.

Salah satu keluhan disuarakan oleh Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto saat dihubungi Selasa (26/8/2025).

BACA JUGA: Danais Dipangkas, Pemkab Kulonprogo Tetap Fokus ke Kalurahan

Menurut dia, kalurahannya merupakan salah satu wilayah yang mendapatkan bantuan dari danais untuk pembangunan Lumbung Mataraman. Menurut dia, program ketahanan pangan di kalurahannya tidak ada masalah karena sudah selesai dibangun.

“Sejak dibangun 2022 lalu, sudah ada lebih dari Rp1 miliar untuk menyempurnakan Lumbung Mataraman di Bendung,” katanya.

Meski demikian, Didik juga patut was-was karena program yang dibiayai danais bukan hanya Lumbung Mataraman. Pasalnya, Kalurahan Bendung baru saja ditetapkan sebagai Kalurahan Mandiri Budaya oleh Pemerintah DIY.

Menurut dia, dengan ketetapan tersebut, maka di tahun depan berhak digelontor danais yang nominalnya mencapai Rp1 miliar. Kendati demikian, Didik mengakui, dengan adanya pemangkasan danais dari Pemerintah Pusat yang nominalnya mencapai Rp700 miliar, maka belum mengetahui pasti tentang kelanjutan program yang dibiayai melalui status kalurahan mandiri budaya.

“Belum tahu ada bagian atau tidak. Kalau dengan status kalurahan mandiri budaya, maka berhak memeroleh danais sebesar Rp1 miliar. Kalau tidak ada alokasi, maka kegiatan tidak berjalan,” ungkapnya.

Didik menambahkan, kekhawatiran tentang alokasi danais di kalurahan tidak hanya dirasakan dirinya seorang. Pasalnya, lurah-lurah di Bumi Handayani juga merasakan, terlebih lagi bagi kalurahan yang mendapatkan alokasi masih minim.

“Kalau di Bendung sudah banyak. Contohnya, tahun ini ada anggaran danais untuk membangun embung senilai Rp750 juta. Tapi, bagi kalurahan lain, tentunya juga ingin mendapatkan porsi lebih,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online