Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DIY menjadi salah satu daerah prioritas untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Namun sampai saat ini Pemda DIY masih menunggu preraturan presiden (prepres) terkait dan kepastian lokasi pembangunan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, menjelaskan saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan kabupaten-kota. “Masih koordinasi persiapan dengan kabupaten/kota dan juga Kementerian LH [Lingkungan Hidup],” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
Di samping koordinasi, DLHK DIY juga masih menunggu perpres pengganti Perpres No. 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
“Perpres itu nanti isinya Kota Jogja dan sekitarnya menjadi salah satu prioritas terbangunnya Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik [PSEL]. Kepastian lokasi saat ini belum ada, waktu pembangunan juga masih menunggu terbitnya perpres,” ungkapnya.
BACA JUGA: DIY Akan Bangun Pengolah Sampah Jadi Energi, Kapasitas 1.000 Ton per Hari
Setelah terbit perpres dan ada kepastian, PSEL akan dibangun oleh pusat dengan desain dan anggaran menyesuaikan daerah masing-masing. “Estimasi anggaran belum.ada dan nanti beda-beda antar daerah, sesuai kondisi wilayahnya masing-masing,” kata dia.
Walau belum ada kepastian tempat, dari diskusi sebelumnya salah satu yang menjadi alternatif adalah kawasan TPA Piyungan dengan lahan seluas 5-6 hektare. “Tahun ini diharapkan persiapan penentuan lokasi, perizinan dan sebagainya selesai,” paparnya.
PSEL ini diditargetkan mampu mengolah sampah dari Kota Jogja dan sekitarnya hingga 1.000 ton per hari. Pembangunan dan operasional Fasilitas pengolahan sampah ini nantinya akan dilelang oleh pemerintah pusat bekerja sama dengan Pemda DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Sosiolog UGM menilai dugaan siswa membawa bom rakitan ke sekolah menjadi alarm bagi sistem pendidikan dan pentingnya budaya dialog dengan anak.