Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Komunitas ojol yang tergabung dalam Forum Ojol Yogyakarta Bergerak (FOYB) mengimbau kepada seluruh anggotanya agar tidak terprovokasi di tengah situasi pasca-demonstrasi berujung meninggalkan driver Affan Kurniawan. Aksi yang dilakukan Ojol harus digelar dengan damai dan mengembalikan marwah tuntutan yang selama ini diperjuangkan driver. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas ojol yang tergabung dalam Forum Ojol Yogyakarta Bergerak (FOYB) mengimbau kepada seluruh anggotanya agar tidak terprovokasi di tengah situasi pasca-demonstrasi berujung meninggalkan driver Affan Kurniawan. Aksi yang dilakukan Ojol harus digelar dengan damai dan mengembalikan marwah tuntutan yang selama ini diperjuangkan driver.
Ketua FOYB, Rie Rahmawati menjelaskan ojol DIY sebenarnya akan menggelar aksi di DPRD karena dilakukan secara serentak. Akan tetapi setelah melalui diskusi dan mempertimbangkan situasi dan kondisi, akhirnya dibatalkan dan diganti dengan kegiatan diskusi dengan dihadiri para driver.
"Karena memang situasi tidak kondusif maka kita fokuskan untuk buat diskusi, memang tidak banyak orang yang bisa hadi. Makanya kita diskusi bersama, temanya Kembali ke Marwah Perjuangan. Kami imbau teman-teman tidak mudah terprovoasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab," katanya, Kamis (4/9/2025).
BACA JUGA: Penemuan Bayi Perempuan di Pos Tani Sawah Bikin Geger Warga Mriyan Bantul
Rie menuturkan dalam diskusi tersebut membahas sejumlah persoalan yang selama ini menjadi tuntutan driver. Di antaranya kenaikan tarif roda dua untuk penumpang, regulasi makanan dan barang, Undang-Undang Transportasi Online dan tarif bersih untuk roda empat (mobil).
Ada sejumlah alasan baginya agar mengembalikan marwah perjuangan ojol, mengingat meninggalnya Affan Kurniawan sebagai korban dalam aksi demonstrasi, dimanfaatkan banyak pihak tidak bertanggungjawab.
Oleh karena itu beberapa kali ia selalu mengingatkan agar seluruh ojol dalam melaksanakan penyampaian aspirasi tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis yang justru mengganggu proses perjuangan. "Bahkan berpotensi mengagalkan upaya kita untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia karna adanya adu domba oleh pihak-pihak lain," ujarnya.
Ia mendesak pemerintah segera merumuskan dan mengesahkan regulasi adil dan berpihak pada kesejahteraan driver ojol. Pasalnya selama ini beroperasi di tengah ketidakjelasan status ketenagakerjaan dan payung hukum.
BACA JUGA: Dorong Budaya Literasi, Jogja Book Fair 2025 Resmi Dibuka
Selain itu driver mengalami ketidakjelasan status ketenagakerjaan dan perlindungan hukum. Oleh karena itu pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dalam merumuskan dan mengesahkan regulasi terkait layanan transportasi online dengan melibatkan perwakilan driver.
“Ketidakadilan sistem aplikasi transportasi daring sudah berjalan terlalu lama. Para pengemudi ingin menuntut mereka diakomodir dalam undang-undang yang mengatur kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi pengemudi ojol di Indonesia,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.