Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah tanpa teknologi yang memadai. Pemkab Sleman terus mengembangkan tiga TPST untuk lebih optimal mengolah sampah.
Di Sleman pembakaran sampah oleh masyarakat beberapa kali masih ditemui. Salah satunya seperti yang diadukan warga di platform Lapor Sleman pada akhir Agustus lalu, terkait adanya pembakaran sampah oleh sebuah pondok pesantren di wilayah Gamping.
Dalam aduan tersebut dijelaskan pihak pondok pesantren membakar sampah dalam skala cukup besar pada malam hari. Lokasi pembakaran cukup jauh dari pondok pesantren, namun dekat dengan permukiman, sehingga mengganggu warga sekitarnya. Aduan ini sudah ditindaklanjuti oleh DLH Sleman bersama Kapanewon Gamping dengan mengecek dan komunikasi dengan pondok pesantren.
BACA JUGA: Satelit Nusantara Lima Diluncurkan dari Florida Selasa 9 September
Plt Kepala DLH Sleman, Sugeng Riyanta, menjelaskan secara normatif, masyarakat tidak boleh membakar sampah tanpa menggunakan teknologi yang memadai. “Masyarakat diharapkan melakukan pemilahan sampah secara mandiri dari rumahnya,” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Pembakaran sampah tanpa teknologi memadai akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti gangguan pernapasan dan penyakit kronis seperti kanker dan jantung. Pembakaran sampah juga dapat membuat pencemaran lingkungan, abu beracun mencemari tanah dan air serta menimbulkan emisi gas rumah kaca.
Adapun sistem pengelolaan sampah oleh DLH Sleman yang bisa diakses masyrakat yakni sampah dari masyarakat dilayani oleh penyedia jasa pengelolaan sampah (PJPS) menuju ke transfer depo menggunakan gerobak, motor roda tiga dan mobil pick up. “Kemudian pengangkutan sampah menuju ke TPST diangkut oleh armada DLH menggunakan dump truk,,” katanya.
Saat ini DLH Sleman memiliki sebanyak tiga TPST, yakni TPST Tamanmartani, Sendangsari dan Donokerto. Meski demikian, saat ini belum bisa operasional secara optimal. “Masih perlu dievaluasi. karena merupakan teknologi pengolahan yang masih relatif baru di Sleman, mudah-mudahan secara bertahap ketiga TPST itu dapat operasional secara optimal,” katanya.
BACA JUGA: Wasekjen GP Ansor Diperiksa KPK Terkait Korupsi Haji
Adapun kapasitas pengolahan di ketiga TPST itu saat ini masing-masing Tamanmartani sekitar 15 ton per hari, Sendangsari sekitar 15 ton per hari dan Donokerto sekitar tujuh ton per hari. “Harapannya setelah dilakukan evaluasi akan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.