WJNC 2026 Diperpanjang hingga Titik Nol, Target 60.000 Pengunjung
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, JOGJA–TPST Piyungan tidak akan menerima sampah dari Kota Jogja mulai 1 Januari 2026. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo pun menyiapkan beberapa rencana untuk pengolahan sampah secara mandiri.
Menurut Hasto, mulai tahun depan sampah yang akan disalurkan ke TPST Piyungan hanya sampah berupa Refuse Derived Fuel (RDF) atau yang telah diolah dengan insinerator. Namun, sampah yang ditumpuk dengan metode open dumping seperti saat ini tidak akan dilakukan lagi tahun depan.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Sudah Tidak Ingin Buang Sampah ke TPST Piyungan
“Sampah [yang dibuang] ini menghasilkan lindi yang mengganggu lingkungan di Bantul. Karena itu masyarakat Kota harus berusaha penuh menghabiskan sampahnya,” katanya, Selasa (9/9/2025).
Hasto mengatakan, selama ini Pemkot Jogja masih bergantung pada TPST Piyungan untuk menampung sisa sampah yang tidak dapat diolah Pemkot Jogja.
Saat ini, Pemkot Jogja mendapatkan kuota sampah yang dikirim ke TPST Piyungan sekitar 600 ton per bulan. Jumlah tersebut pun dinilai masih kurang dibandingkan dengan sisa sampah yang belum mampu diolah Pemkot Jogja sekitar 70 ton per hari.
Karena itu, Hasto menilai pengolahan sampah organik dan anorganik berbasis rumah tangga perlu dilakukan untuk menurunkan volume sampah harian yang tidak dapat diolah Pemkot Jogja.
Pihaknya pun telah mencanangkan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) untuk mengolah sampah organik dan anorganik. Dia menyebut kini seluruh kelurahan telah menjalankan program tersebut. Dari situ, katanya penurunan volume sampah mulai terlihat.
Di Pakualaman misalnya, volume sampah harian mulai menurun dari sebelumnya sekitar 6,2 ton per hari menjadi 2,8 ton per hari. Selain itu, di Wirobrajan dari sebelumnya volume sampah mencapai 10 ton per hari, kini menjadi 6,8 ton per hari. “Penurunannya lumayan dengan adanya gerakan ini,” katanya.
Dia pun berharap melalui program pengolahan sampah organik dan organik yang diusung dalam program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos), volume sampah harian yang ada dapat menurun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Rajwan Taufiq menyebut pihaknya pun akan memetakan langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi sisa timbunan sampah yang tidak mampu dikelola Pemkot Jogja. Apalagi TPST Piyungan tidak lagi menerima sampah. “Kita perlu langkah-langkah koordinasi yang masif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Komjen Wahyu Hadiningrat resmi menjadi Wakapolri mendampingi Jenderal Suyudi Ario Seto. Simak profil dan rekam jejaknya.
Link live streaming Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tersedia di Vidio dan YouTube. Simak jadwal dan cara menontonnya.
Satoria Hotel Yogyakarta merayakan ulang tahun ke-9 dengan tema “Together We 9row” melalui berbagai kegiatan kesehatan, sosial, lingkungan, dan pengembangan dir
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Capaian CKG Kulonprogo baru 119.172 dari 459.782 sasaran. Dinkes memperluas pemeriksaan hingga Kantor Pemkab Kulonprogo.