345 Keluarga Miskin Ekstrem Bantul Dibekali Modal Usaha dan Pelatihan
DKUKMPP dan BAZNAS Bantul membekali 345 keluarga miskin ekstrem dengan pelatihan dan modal usaha Rp2 juta untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Sejumlah pelajar menumpang bus angkutan umum/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul tengah menyiapkan inovasi layanan berbasis aplikasi bernama Angkotku.
Aplikasi ini dirancang untuk memangkas birokrasi perizinan angkutan umum sehingga proses yang sebelumnya berlapis dapat disederhanakan menjadi lebih cepat dan efisien.
Kepald Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi Dishub Bantul, Ganis Pratomo Wibowo, menjelaskan bahwa aplikasi Angkotku akan menjadi wadah terintegrasi untuk mengurus berbagai dokumen perizinan.
“Branding dan namanya Angkotku, Angkotku itu adalah inovasi untuk memotong birokrasi terkait perizinan angkutan. Untuk jenis pelayanannya ada rekomendasi plat kuning, izin penyelenggaraan angkutan pedesaan, dan kartu pengawasan kendaraan,” terang Ganis, Kamis (11/9).
Ia menambahkan, sistem ini telah lolos verifikasi aplikasi dari Kominfo dan saat ini sedang diproses untuk penetapan SK penggunaannya. Targetnya, aplikasi bisa resmi digunakan paling lambat pada 1 Oktober 2025.
“Sebenarnya aplikasinya sudah siap, tapi masih menunggu SK. Harapannya sebelum 1 Oktober sudah bisa berjalan,” ujarnya.
Dengan adanya Angkotku, proses perizinan yang dulunya panjang kini bisa dilakukan dalam satu tahapan. Perusahaan angkutan cukup diverifikasi sekali, lalu mendapatkan akun untuk mengunggah dokumen yang dipersyaratkan.
Setelah dinyatakan lengkap, surat izin akan langsung terintegrasi dengan sistem e-surat Kabupaten Bantul dan mendapat pengesahan dari instansi terkait.
BACA JUGA: Jelang Peresmian Jembatan Pandansimo, Pemkab Bantul Siapkan TPR Darurat
Ke depan, aplikasi ini akan diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) agar data kendaraan angkutan umum lebih sinkron, terutama terkait kelayakan teknis.
Bahkan, Dishub berencana menambahkan fitur RAM Check, yakni pemeriksaan kendaraan untuk memastikan keamanan sebelum digunakan untuk wisata, baik wisata lokal maupun kunjungan dari luar daerah.
“Masyarakat nantinya bisa secara terbuka mengakses informasi perusahaan angkutan yang berizin dan kendaraan yang layak jalan. Jadi lebih transparan,” jelas Ganis.
Untuk tahap awal, sosialisasi aplikasi Angkotku akan difokuskan kepada perusahaan angkutan agar mereka tertib administrasi dan perizinan. Setelah itu, program sosialisasi ke masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah yang sering melakukan studi wisata, akan digencarkan begitu aplikasi siap digunakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKUKMPP dan BAZNAS Bantul membekali 345 keluarga miskin ekstrem dengan pelatihan dan modal usaha Rp2 juta untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Nvidia memperkenalkan AI synthetic video detector yang mampu mendeteksi video deepfake hanya dalam 22 milidetik dengan akurasi hingga 92 persen.
Doomscrolling adalah kebiasaan membaca berita negatif secara berlebihan di media sosial yang dapat memicu stres, kecemasan, insomnia hingga gangguan kesehatan j
PSIM Jogja menyiapkan 6-7 laga uji coba sepanjang Agustus 2026 untuk mematangkan tim menghadapi Super League 2026/2027. Seluruh laga direncanakan digelar di Jog
Sudaryono yang dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional tercatat memiliki aset Rp69,33 miliar dan utang Rp60,47 miliar. Berikut rincian lengkap harta kekayaannya.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k