Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ilustrasi penumpang naik turun di Kereta Prameks./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Selain menyediakan transportasi KRL Jogja Solo dan sebaliknya, PT KAI masih mempertahankan operasional KA Prameks untuk tujuan Jogja Kutoarjo dan Kutoarjo Jogja. Hal ini mengingat masih tingginya permintaan layanan rute tersebut.
Meski demikian jumlah rute ini tergolong sedikit dibandingkan KRL Jogja Solo maupun kereta bandara YIA.
Untuk rute KA KA Prameks Jogja Kutoarjo dimulai dari Stasiun Tugu Yogyakarta, Wates, Wojo, Jenar, hingga Stasiun Kutoarjo. Harga tiket KA Prameks Jogja Kutoarjo Rp 8.000 untuk sekali keberangkatan.
Setiap hari ada 10 kali perjalanan KA Prameks Jogja Kutoarjo dan sebaliknya Kutoarjo Jogja.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Usulkan Raperda Penanggulangan Kemiskinan ke DPRD
Berikut adalah jadwal KA Prameks Jumat 12 September 2025
PUKUL 05.10 WIB
PUKUL 09.05 WIB
PUKUL 13.19 WIB
PUKUL 16.50 WIB
PUKUL 18.45 WIB
PUKUL 06.40 WIB
PUKUL 11.50 WIB
PUKUL 15.15 WIB
PUKUL 16.20 WIB
PUKUL 18.05 WIB
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.