Danantara Buka Peluang Pembiayaan Proyek Sampah Jadi Listrik
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta usai meninjau gerakan pangan murah di Lapangan Timbulharjo, Bantul, Selasa (16/9/2025)/Tangkapan Layar
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul, menggelar kegiatan gerakan pangan murah dengan menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar guna menstabilkan harga komoditas tersebut.
BACA JUGA: Bantul Optimistis Swasembada Beras
"Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah atas arahan dari kementerian, bahwa pemerintah harus selalu menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok," kata Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta usai meninjau gerakan pangan murah di Lapangan Timbulharjo, Bantul, Selasa (16/9/2025).
Melalui gerakan pangan murah tersebut, pemerintah daerah juga ingin membantu masyarakat mendapat bahan pokok dengan harga terjangkau ketika harga sedang naik.
"Dengan kegiatan ini, harapannya kita bisa membantu warga masyarakat tatkala harga bahan-bahan pokok naik," katanya.
Meski demikian, Wabup Bantul tetap berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul terus melakukan pemantauan terhadap harga maupun ketersediaan bahan pokok strategis di pasar.
"Kita sudah lama ingin swasembada pangan juga, sehingga harapan kami stok pangan terus ada, kemudian harga pangan juga terkendali, sehingga tidak memberatkan masyarakat Bantul," katanya.
Terkait kualitas bahan pokok yang disediakan, Wabup Bantul menyebut kualitas bagus, seperti beras yang memiliki tekstur putih bersih, kemudian berbagai minyak goreng kemasan juga tersedia dengan harga di bawah harga pasaran.
"Sehingga, ini menjadi pilihan bagi warga masyarakat yang berbelanja bahan pokok, dan seperti telur juga tadi stoknya membawa banyak juga langsung habis, kemudian bawang merah juga ada," katanya.
Sementara itu, Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo mengatakan total bahan pokok yang disediakan mencapai 6,5 ton.
Dia juga menyebutkan sejumlah bahan pokok tersebut di antaranya bawang merah yang dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram, kemudian telur ayam yang dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram.
"Kalau bawang merah itu selisih Rp5.000 per kilogram dengan harga pasar, kemudian kalau telur selisih Rp3.000 per kilogram. Kemudian contoh lainnya itu beras yang medium dan premium yang dijual lebih murah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Rehan/Gloria tersingkir dari China Open 2026 usai kalah dari unggulan Denmark. Indonesia kehilangan dua wakil di babak 16 besar. Lima wakil tersisa siap bertand
WhatsApp rilis 4 fitur baru: edit PDF, bagikan lagu ke Status, pengalaman berkendara lebih aman, dan daftar akun dari iPad.
Petisi minta final Piala Dunia 2026 diulang tembus 80 ribu tanda tangan. Simak kontroversi wasit dan bantahan dari media Argentina di sini.
omentum Hari Anak Nasional menjadi penguat komitmen Alfamart dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui Program Satu Telur Sehari (STS).
Sebanyak 1.350 warga di Kota Pekalongan menjadi sasaran skrining TBC aktif hingga September 2026 untuk mempercepat deteksi dini penularan.