Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi Uji Emisi kendaraan bermotor/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul menggelar uji petik emisi kendaraan bermotor, Selasa (16/9/2025). Adapun hasilnya, puluhan kendaraan dinyatakan tidak lolos uji emisi dan diminta melakukan perawatan secara berkala.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, uji petik emisi kendaraan ini berlangsung di halaman kantor dinas. Pelaksanaan bekerjasama dengan jajaran dinas perhubungan serta Polres Gunungkidul.
BACA JUGA: Cara Buat SKCK Online
Pengujian dilakukan dengan memberhentikan pengendara yang melintas dan dilakukan denga alat-alat yang telah dipersiapkan. “Kegiatan uji petik juga menjadi bagian untuk memeringati Hari Ozon,” kata Hary kepada wartawan, Selasa siang.
Dia menjelaskan, uji petik dilakukan dengan mengecek kondisi gas buang dari kendaraan roda dua. Total ada lima parameter yang diperiksa mulai dari kandungan CO2, lamda dan senyawa lainnya.
Total didalam uji petik kali ini ada 150 kendaraan yang menjadi sampel pengecekan. Adapun hasilnya, terdapat 22 kendaraan yang tidak memenuhi baku mutu yang berpotensi menjadi sumber pencemaran lingkungan.
“Kalau diprosentasekan dari 150 kendaraan yang dicek, 15% tidak lolos uji emisi,” katanya.
Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata ini menambahkan, hasil pengujian ini juga langsung diserahkan kepada pemilik kendaraan bermotor. Untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan, maka pemilik disarankan agar melakukan perawatan secara berkala.
“Tujuannya untuk mengurangi emisi. Jadi, agar bisa memenuhi standarisasi baku mutu, maka harus sering dilakukan perawatan ke bengkel,” imbuh Hary.
Salah seorang warga di Kalurahan Logandeng, Playen, Triningsih mengaku kaget karena saat akan menjemput anak sekolah, tiba-tiba diberhentikan untuk masuk ke halaman Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul. “Saya kira ada razia dan sempat takut. Tapi, ternyata ada pengujian gas buang dari kendaraan,” katanya.
Meski motor yang dikendarai telah berusia sepuluh tahun, tapi ia mengaku puas. Pasalnya, hasil pengujian menyatakan motornya lolos uji emisi sehingga ditempeli stiker sebagai bukti di bagian plat nomor.
“Rutin dirawat, Ganti oli dan lainnya. Ternyata setelah dilakukan pengujian dinyatakan lolos. Jadi, tidak sia-sia yang rutin melakukan perawatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.