Kampung Lele Asap Jati Kulonprogo Disiapkan Jadi Wisata Kuliner
Kampung Lele Asap Jati di Kulonprogo resmi diluncurkan dan disiapkan menjadi destinasi wisata kuliner khas daerah.
Sejumlah petani sedang menanam benih padi. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Masa tanam pertama padi di Kabupaten Kulonprogo sudah dimulai. Sejumlah petani di beberapa kapanewon sudah ada yang mulai menanam. Meskipun ada kekhawatiran terkait cuaca yang tidak menentu dan diprediksi musim hujan akan datang lebih cepat, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulonprogo menilai masih aman tidak menjadi kendala yang berarti.
Pantauan Harianjogja.com di Kapanewon Galur, Lendah, dan Panjatan pada Senin (22/9/2025) siang, banyak petani berdatangan. Sepeda-sepeda terparkir di tepi sawah, ada juga beberapa yang sedang menanam mundur atau (nandur) benih padi.
Ketua Tim Kerja Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Dispertapa Kulonprogo, Udiarto Iswaluyo mengatakan masa tanam I di sawah mulai menanam padi sejak Agustus sampai sekarang. Masa tanam pertama padi dimulai dari Kalibawang, Nanggulan, Sentolo, Pengasih sampai ke selatan di Lendah dan Galur.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Bikin Kajian Pemanfaatan Tata Ruang di Wilayah Perkotaan
"Lendah, Galur, dan Panjatan juga masuk masa tanam pertama padi ini sehingga memang sudah banyak petani mulai menanam," katanya saat dihubungi, Senin (22/9/2025).
Udiarto menyampaikan, masa tanam padi ini masa panennya mulai Desember. Menurutnya, kedatangan musim hujan lebih cepat tidak menjadi hambatan berarti bagi masa tanam pertama padi ini. Termasuk cuaca tidak menentu yang awal panas dan tiba-tiba hujan pun tidak akan mempengaruhi pertanian padi.
"Lebih cepat musim hujan ke padi tidak ada pengaruhnya malah justru debit airnya dari Kali Progo lebih besar jadi menguntungkan pertanian padi," katanya.
Dia meyakini kondisi cuaca tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap pertanian padi masa tanam pertama ini. Udiarto berujar, kecuali hujan yang turun ekstrem intensitasnya tinggi.
Misalnya selama empat hari hujannya tidak berhenti mengguyur Kulonprogo baru itu akan berdampak ke pertanian. "Kalau seperti itu banyak lahan pertanian kebanjiran sehingga bikin rusak," ucapnya.
Utamanya di kawasan pertanian selatan Kulonprogo ketika hujan empat hari berturut-turut yang paling rentan terhadap banjir. Menurutnya ada satu titik pertanian di Sentolo yang sekarang masih bawang merah tetapi akan berganti padi dalam waktu dekat ini. Itu karena memang di Sentolo ada sentra pertanian bawang merah sehingga permintaannya cukup banyak. "Nanti setelah itu langsung berganti padi," ucapnya.
Udiarto menuturkan, pertanian palawija yang paling rentan terhadap hujan. Namun memang petani sudah diimbau agar tetap memperhatikannya agar jangan sampai banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kampung Lele Asap Jati di Kulonprogo resmi diluncurkan dan disiapkan menjadi destinasi wisata kuliner khas daerah.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.