Gogoh Iwak Ceria 2026 Jadi Cara Alihkan Anak dari Kecanduan Gawai
Gogoh Iwak Ceria 2026 di Dadap Sumilir, Kulonprogo, mengajak anak menjauh dari gawai melalui permainan menangkap ikan di alam terbuka.
Sejumlah petani sedang menanam benih padi. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Masa tanam pertama padi di Kabupaten Kulonprogo sudah dimulai. Sejumlah petani di beberapa kapanewon sudah ada yang mulai menanam. Meskipun ada kekhawatiran terkait cuaca yang tidak menentu dan diprediksi musim hujan akan datang lebih cepat, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulonprogo menilai masih aman tidak menjadi kendala yang berarti.
Pantauan Harianjogja.com di Kapanewon Galur, Lendah, dan Panjatan pada Senin (22/9/2025) siang, banyak petani berdatangan. Sepeda-sepeda terparkir di tepi sawah, ada juga beberapa yang sedang menanam mundur atau (nandur) benih padi.
Ketua Tim Kerja Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Dispertapa Kulonprogo, Udiarto Iswaluyo mengatakan masa tanam I di sawah mulai menanam padi sejak Agustus sampai sekarang. Masa tanam pertama padi dimulai dari Kalibawang, Nanggulan, Sentolo, Pengasih sampai ke selatan di Lendah dan Galur.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Bikin Kajian Pemanfaatan Tata Ruang di Wilayah Perkotaan
"Lendah, Galur, dan Panjatan juga masuk masa tanam pertama padi ini sehingga memang sudah banyak petani mulai menanam," katanya saat dihubungi, Senin (22/9/2025).
Udiarto menyampaikan, masa tanam padi ini masa panennya mulai Desember. Menurutnya, kedatangan musim hujan lebih cepat tidak menjadi hambatan berarti bagi masa tanam pertama padi ini. Termasuk cuaca tidak menentu yang awal panas dan tiba-tiba hujan pun tidak akan mempengaruhi pertanian padi.
"Lebih cepat musim hujan ke padi tidak ada pengaruhnya malah justru debit airnya dari Kali Progo lebih besar jadi menguntungkan pertanian padi," katanya.
Dia meyakini kondisi cuaca tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap pertanian padi masa tanam pertama ini. Udiarto berujar, kecuali hujan yang turun ekstrem intensitasnya tinggi.
Misalnya selama empat hari hujannya tidak berhenti mengguyur Kulonprogo baru itu akan berdampak ke pertanian. "Kalau seperti itu banyak lahan pertanian kebanjiran sehingga bikin rusak," ucapnya.
Utamanya di kawasan pertanian selatan Kulonprogo ketika hujan empat hari berturut-turut yang paling rentan terhadap banjir. Menurutnya ada satu titik pertanian di Sentolo yang sekarang masih bawang merah tetapi akan berganti padi dalam waktu dekat ini. Itu karena memang di Sentolo ada sentra pertanian bawang merah sehingga permintaannya cukup banyak. "Nanti setelah itu langsung berganti padi," ucapnya.
Udiarto menuturkan, pertanian palawija yang paling rentan terhadap hujan. Namun memang petani sudah diimbau agar tetap memperhatikannya agar jangan sampai banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gogoh Iwak Ceria 2026 di Dadap Sumilir, Kulonprogo, mengajak anak menjauh dari gawai melalui permainan menangkap ikan di alam terbuka.
Google menghadirkan fitur Private Space di Android 15 untuk menyembunyikan aplikasi sensitif dan melindunginya dengan PIN atau sandi khusus. Simak cara kerjanya
BRSPA Dinsos DIY menggelar Peningkatan Kapasitas Safeguarding Bagi Pengelola Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak di Kantor Kalurahan Sendangtirto.
Taiwan perpanjang bebas visa untuk Thailand, Filipina, Brunei—Indonesia belum masuk! Wisatawan dapat tinggal 14 hari mulai 1 Agustus 2026. Simak syaratnya di si
Kejaksaan Agung memastikan belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang terkait penyidikan dugaan korupsi Program Makan Berg
Bea Cukai Yogyakarta memberikan penghargaan kepada 17 mitra kerja melalui Bejo Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, kepatuhan, dan sinergi