Pria Bersenjata Parang Ngamuk di Pleret Bantul, Satu Warga Terluka
Aksi penganiayaan di Pleret Bantul membuat seorang warga terluka akibat sabetan parang. Pelaku berhasil diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dengan pejalan kaki lanjut usia atau lansia terjadi di Jalan Pleret–Jejeran, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Pleret, Dusun Kerto, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, pada Sabtu (27/9/2025) sekitar pukul 08.30 WIB. Akibat insiden tersebut warga lansia yang belum diketahui identitasnya itu mengalami luka serius di kepala.
Pemangku sementara Kepala Seksi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, kejadian bermula saat sepeda motor berpelat nomor AB 4234 JJ yang dikendarai UR, 35, warga Mangunan, Dlingo, melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan sedang. Pada saat bersamaan, seorang pejalan kaki pria berusia sekitar 70 tahun menyeberang dari utara ke selatan. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan.
BACA JUGA: BNPB Sebut Suplai Magma Merapi Masih Berlangsung
“Akibat kecelakaan itu, pengendara motor mengalami luka di kepala bagian depan kiri, gigi patah, serta lecet di kaki kiri. Ia menjalani rawat jalan,” kata Rita, Sabtu (27/9/2025).
Sementara, pejalan kaki lansia mengalami luka serius berupa sobek di kepala kiri depan, sobek kepala kanan belakang, luka sobek di bawah mata kiri, serta lecet di kaki kiri. Korban mengalami cidera kepala berat (CKB) dan kini dirawat intensif di RS Permata Husada, Pleret.
Polisi mengaku telah memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, diketahui sepeda motor korban hanya mengalami kerusakan minor. “Barang bukti sudah kami amankan untuk proses lebih lanjut,” tambah AKP Rita.
Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Unit Lantas Polsek Pleret. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara maupun menyeberang jalan demi mencegah kecelakaan serupa terutama di jam-jam sibuk dengan kepadatan lalu lintas yang ramai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aksi penganiayaan di Pleret Bantul membuat seorang warga terluka akibat sabetan parang. Pelaku berhasil diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.