DPRD DIY Minta Perda Permuseuman Lindungi Museum Rakyat
DPRD DIY meminta Raperda Pengelolaan Permuseuman melindungi museum rakyat agar tidak terbebani standar museum pemerintah.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA--DPRD Kota Jogja memberikan dukungan penuh terhadap program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang digagas Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo. Program ini dinilai sebagai inovasi baru yang belum banyak ditemui di daerah lain, meski dalam pelaksanaannya membutuhkan proses panjang serta keterlibatan semua pihak.
BACA JUGA: Kota Jogja Kosongkan Seluruh Depo Sampah
Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro, menilai bahwa Mas Jos merupakan langkah inovatif pemerintah kota dalam mengatasi persoalan sampah. Pihaknya pun tak segan untuk mendukung penuh program pemilahan sampah hingga ke tingkat rumah tangga tersebut.
“Kalau kami sampaikan, program Mas Jos ini mungkin baru ada di Kota Jogja. Coba dicek di daerah lain, belum ada yang sedetail ini. Program ini juga melibatkan seluruh stakeholder, baik pemerintah, dinas, masyarakat, maupun legislatif,” ujar Bambang, Senin (29/9/2025).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengelolaan sampah bukanlah hal yang bisa diselesaikan secara instan. Edukasi, komunikasi, dan sosialisasi menjadi kunci utama agar masyarakat terbiasa memilah sampah dari sumbernya.
“Kendala pasti ada, terutama soal edukasi. Karena itu kami mendorong pemerintah kota meningkatkan sosialisasi, baik lewat media sosial maupun tatap muka langsung dengan masyarakat,” tambahnya.
Terkait target Wali Kota untuk mengurangi volume sampah hingga 20 persen, Bambang menilai angka tersebut realistis karena sudah melalui perhitungan teknis dari dinas terkait. Namun, ia menekankan bahwa pencapaian target tersebut tetap membutuhkan waktu dan kesabaran.
“Permasalahan sampah bukan hanya di Kota Jogja, hampir semua kota di Jawa mengalaminya. Untungnya, masyarakat Jogja cukup memahami bahwa ini proses jangka panjang. Edukasi soal sampah tidak bisa hanya jangka pendek,” jelasnya.
Komisi C DPRD Kota Jogja sendiri dijadwalkan turun ke lapangan dalam pekan ini untuk melihat langsung pengelolaan sampah di wilayah. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa program berjalan efektif dan melibatkan masyarakat.
“Sampah ini bukan hanya tugas DLH atau Pak Wali Kota, tapi tugas kita bersama,” tegas Bambang.
Sementara itu, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa keberhasilan Mas Jos sangat bergantung pada partisipasi warga. “Kita tidak bisa terus-menerus membebankan masalah sampah kepada pemerintah saja. Perubahan itu harus dimulai dari masyarakat. Mas Jos ini menjadi gerakan bersama agar warga Jogja terbiasa memilah sampah. Kita akan evaluasi progresnya setiap bulan di tiap kelurahan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY meminta Raperda Pengelolaan Permuseuman melindungi museum rakyat agar tidak terbebani standar museum pemerintah.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.