3 Pasar Tradisional Gunungkidul Direhabilitasi 2026, Anggaran Terbatas
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Pohon tumbang menimpa rumah akibat angin kencang di Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, beberapa waktu lalu. - Antara/ist/BPBD Gunungkidul
Harianjoga.com, BANTUL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, hingga cuaca ekstrem memasuki peralihan dari musim kemarau ke penghujan di Oktober ini.
Analis Mitigasi Bencana BPBD Bantul, Malichah Kurnia Pratiwi mengatakan, wilayah Bantul memiliki kerawanan berbeda sesuai kondisi geografis. Untuk banjir, kawasan perkotaan di Kapanewon Bantul kerap mengalami banjir genangan, sedangkan daerah seperti Imogiri rawan terdampak luapan sungai, terutama Sungai Celeng yang secara rutin meluap saat intensitas hujan tinggi.
BACA JUGA: Kisah Perjuangan Batik Tulis Giriloyo di Tengah Gempuran Batik Printing
“Kalau longsor, zona rawan ada di timur Kabupaten Bantul seperti Dlingo. Itu termasuk wilayah yang harus diwaspadai saat curah hujan meningkat,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Selain itu, wilayah Sewon juga masuk dalam catatan daerah yang sering tergenang air akibat hujan lebat. “Kami mendasarkan pada catatan kejadian sebelumnya yang menunjukkan pola berulang,” imbuhnya.
Menurut dia, BPBD telah melakukan sosialisasi keberadaan early warning system (EWS) banjir dan longsor di wilayah rawan bencana agar warga tidak hanya tahu tanda-tanda peringatan, tetapi juga mampu merespons cepat. “Kami ingin masyarakat tidak panik, tetapi sigap saat sistem peringatan dini berbunyi,” ujarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol menyatakan, masyarakat perlu memperhatikan tanda-tanda cuaca ekstrem di masa pancaroba.
“Biasanya pagi hingga siang panas terik, lalu mendadak berubah hujan deras disertai angin kencang. Kondisi seperti itu berpotensi membahayakan, sehingga masyarakat diimbau menjauhi pepohonan besar atau aliran sungai,” jelas Antoni.
Menurutnya, kawasan Imogiri, Pundong, hingga Dlingo menjadi daerah yang paling sering terdampak banjir maupun longsor. Meski begitu, BPBD tetap menekankan kewaspadaan menyeluruh di seluruh wilayah di daerah ini.
BPBD, kata dia juga telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC), Damkarmat, serta jejaring Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tingkat kapanewon dan kalurahan untuk mengantisipasi dan memitigasi munculnya bencana cuaca ekstrem.
“Koordinasi sudah dilakukan bersama teman-teman di lapangan. Selain itu, bidang pencegahan dan kesiapsiagaan juga rutin melakukan sosialisasi tentang mitigasi cuaca ekstrem serta penggunaan EWS banjir dan longsor,” terang Antoni.
Pihaknya mengingatkan masyarakat agar lebih waspada sepanjang Oktober, karena intensitas hujan diperkirakan mulai meningkat sejak dasarian pertama hingga ketiga bulan ini, sebelum memasuki puncak hujan di akhir tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul merehabilitasi tiga pasar tradisional pada 2026. Perbaikan Pasar Wotgaleh, Karangijo, dan Ngrancah terkendala anggaran.
Erling Haaland menerima empat sertifikat Guinness World Records berkat pencapaiannya di Manchester City dan Timnas Norwegia, termasuk rekor 100 gol tercepat di
AI membuat pekerjaan kantoran makin terancam. Gen Z mulai melirik profesi teknis dan kerah biru yang menawarkan gaji tinggi serta sulit digantikan teknologi.
Remaja Korsel kini memilih SMK semikonduktor daripada kuliah. Lulusan langsung bekerja di Samsung dengan gaji Rp1,99 M/tahun, bonus hingga Rp7,1 M. AS juga keku
Ganda putra Indonesia punya 10 gelar juara dunia, terbanyak sepanjang sejarah. Fajar/Shohibul Fikri jadi tumpuan di BWF World Championships 2026 India. Bisa tam
Porsche Taycan dikabarkan bakal dihentikan produksinya pada 2030. Laporan media Jerman menyebut manajemen dan dewan pekerja telah sepakat. CEO Michael Leiters b