Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Satpol PP Kota Jogj menertibkan puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) setelah Deklarasi Kota Jogja zero gepeng pada akhir September 2025.
Satpol PP Kota Jogja mencatat telah ada 10 orang gepeng yang ditertibkan pasca deklarasi tersebut. Selain itu, Satpol PP Kota Jogja mencatat ada 52 orang gepeng lainnya yang telah tertibkan sejak Januari 2025.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat menuturkan puluhan gepeng yang ditangkap tersebut selama ini bekerja sebagai manusia silver, manusia gerobak, dan sebagian lainnya merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
BACA JUGA: RUU Kepariwisataan Resmi Jadi UU, Atur Wisata Berbasis Masyarakat
Kota Jogja menjadi daerah yang didatangi gepeng dari daerah lain. Mayoritas gepeng berasal dari Jawa Tengah, sementara beberapa lainnya dari Cianjur dan Pekanbaru.
Menurut Octo, keberadaan gepeng di Kota Jogja dipicu tingginya jumlah wisatawan dan kebiasaan sebagian masyarakat yang mudah memberikan uang di jalanan.
“Ini jadi warning bagi masyarakat agar tidak memberikan uang kepada gepeng. Kalau kebiasaan itu terus terjadi, Jogja akan semakin menarik bagi para gepeng,” katanya di Diskominfo Kota Jogja pada Kamis (2/10/2205). .
Dia menuturkan puluhan gepeng tersebut ditemukan dari razia yang dilakukan Satpol PP Kota Jogja di berbagai titik, antara lain di Masjid Kauman Pakualaman, Notoprajan Ngampilan, Jalan Batikan, dan kawasan Taman Pintar.
BACA JUGA: Pakem, Turi hingga Murangan Diguyur Hujan Abu Merapi
“Pasca deklarasi, laporan masyarakat masuk dengan cepat. Kami lakukan pendekatan penertiban, kemudian asesmen untuk mengetahui apakah mereka dapat dikembalikan atau tidak [ke daerah asal],” katanya.
Octo menegaskan, melalui program Zero Gepeng, penertiban akan dilakukan lebih masif dengan melibatkan lintas instansi. “Kami ingin memastikan ruang publik Jogja tetap tertib, nyaman, dan bersih, terutama bagi wisatawan dan warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Lagu Wonderwall dari Oasis menjadi pengiring perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026. Kane sebut momen bernyanyi bersama fans yang paling berkesan.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan cuti selama sepekan bukan karena sakit, melainkan untuk menjalani medical check-up rutin sebagai bagian menjaga kesehata
Spanyol yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026 menghadapi Austria pada babak 32 besar. Simak prediksi, statistik, dan peluang kedua tim.
Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul akan kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 pada 10–11 Juli 2026 di di kawasan Geosite Gunung
Beli kendaraan STNK Only tanpa BPKB? Risiko pidana penadahan dengan ancaman 4 tahun penjara dan denda Rp500 juta. Simak penjelasan OJK dan Polri.