Polisi Bongkar Dugaan Miras Oplosan di Parangtritis
Polres Bantul membongkar dugaan praktik miras oplosan di Parangtritis dan menyita ratusan botol kosong serta alkohol murni.
Foto ilustrasi. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, BANTUL - Pelebaran Jalan Bantul dari kawasan batas kota menuju simpang tiga Cepit Tembi kini mulai tampak hasilnya. Pekerjaan yang dimulai sejak pertengahan tahun itu sudah menembus hampir setengah jalan, dengan progres sekitar 48 persen
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum pergantian tahun, yakni 31 Desember 2025.
Di tengah aktivitas alat berat dan lalu lalang kendaraan, rencana tambahan fasilitas lalu lintas pun ikut disiapkan. Asisten Pelaksanaan dan Pengawasan Satker PJN DIY, Dian Rusmanawati, menyebutkan pihaknya telah bersepakat membangun dua titik U-turn atau putar balik.
“U-turn nanti akan ada dua. Arahnya dibagi, utara kembali ke utara dan selatan kembali ke selatan. Lebar bukaannya sekitar delapan meter,” ujar Dian, Senin (6/10/2025).
Menurut Dian, pekerjaan di lapangan tidak hanya berfokus pada pembangunan U-turn. Bagian timur jalan yang dilalui kendaraan dari utara ke selatan juga tengah dipersiapkan dengan pengerasan sebelum nantinya diaspal.
“Di sisi timur sedang dilakukan pelebaran, tahap awalnya dengan LPA. Sementara sisi barat sudah dikerjakan pengaspalan binder AC BC. Setelah itu baru dilapisi AC WC,” terangnya.
Untuk pembangunan tugu selamat datang di perbatasan kota, ia menambahkan bahwa urusan tersebut akan ditangani langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bantul.
Sementara itu, dari aspek keselamatan lalu lintas, Ditlantas Polda DIY turut dilibatkan. Kasubdit Kamsel, AKBP Widya Mustikaningrum, memastikan setiap titik U-turn dipilih dengan pertimbangan matang agar aman digunakan pengendara.
"Dalam menentukan titik di mana U-turn di tempatkan, yang menjadikan pedoman dan pertimbangan pertama adalah keselamatan," jelas dia.
Ia mengungkapkan, nantinya putar balik diposisikan sekitar satu meter dari lebar jalan dengan tambahan pulau kecil di tengah sebagai pembatas. Dengan pola itu, pengendara diharapkan mengikuti arah sesuai jalurnya.
"Jadi, diharapkan kepada masyarakat dapat mematuhi posisi putar balik arus lalu lintas dari arah utara-utara dan selatan-selatan, tidak melawan arah," ucapnya.
Di sisi lain, ia juga berpesan kepada para pengendara agar lebih berhati-hati ketika melewati jalan yang sedang dibangun tersebut.
"Pastinya dalam berkendara, masyarakat perhatikan betul. Ini ruas jalan cukup ramai dan banyak kendaraan berat karena masih proses pelebaran jalan," harap Dian.
Sebagaimana diketahui, proyek pelebaran Jalan Bantul dimulai sejak Juni 2025. Tahapan pertama dilakukan dengan menebang sejumlah pohon di tepi jalan agar ruang konstruksi tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul membongkar dugaan praktik miras oplosan di Parangtritis dan menyita ratusan botol kosong serta alkohol murni.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.