PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Sejumlah alat berat diterjunkan untuk pemadatan dalam proses perbaikan Jalan Godean di Sleman belum lama ini. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY bersama sejumlah perangkat daerah terkait sedang menyusun kelas jalan di ruas-ruas Jalan Provinsi. Penentuan kelas jalan akan ditindaklanjuti dengan pembatasan jenis kendaraan bermuatan yang bisa melintas.
Kepala Seksi Pembangunan Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Wira Sasongko Putro, mengatakan penentuan kelas jalan dipengaruhi banyak faktor. Dalam penentuan kelas jalan ini, DPUP-ESDM DIY juga harus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Perhubungan baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
“Kami belum bisa menyampaikan kelas jalannya. Masih dalam penyusunan. Tujunannya nanti ya pembatasan kendaraan,” kata Wira dihubungi, Rabu (8/10/2025).
Progres Perbaikan dan Pelebaran Jalan Godean
Mengenai perbaikan Jalan Godean, kata dia masih berlangsung. Progres per tanggal 5 Oktober mencapai sekitar 64%. Target pengerjaan ini telah mempertimbangkan mobilitas masyarakat di Jalan Godean.
Tim pelaksana sebelumnya fokus pada rekonstruksi dan perbaikan tanah dasar, terutama di sisi utara. Pengerjaan tanah dasar ini akan sangat menentukan kualitas jalan, utamanya ketika dilewati kendaran berat.
“Sekarang sudah mulai bergeser pengerjaannya ke timur, arah perempatan Pasar Godean,” katanya.
Pekerjaan diawali dengan pengelupasan aspal lama dan pemasangan drainase. Di lokasi itu dilakukan juga pelebaran jalan dari 5,5 meter menjadi 7 meter.
Jalan Godean merupakan Jalan Provinsi yang cukup padat kendaraan. DPUP-ESDM DIY tidak bisa serta merta melaksanakan kegiatan rekonstruksi secara massal, harus parsial. Mengenai persiapan natal dan tahun baru, peningkatan kondisi jalan masih akan dilakukan. Ada juga penambalan jalan berlubang secara continue di seluruh ruas Jalan Provinsi.
Adapun panjang Jalan Godean yang saat ini diperbaiki sekitar 4,5 kilometer (km) dengan target pengerjaan hingga 7 November 2025. Perbaikan ini masuk dalam proyek peningkatan Jalan Demak Ijo – Kebon Agung I. Pagu anggarannya mencapai Rp32,6 miliar untuk kontraktor dan Rp268 juta untuk konsultan. Perbaikan ini merupakan lanjutan dari perbaikan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Bina Marga DPUP-ESDM DIY, Tri Murtoposidi, membenarkan bahwa DPUP-ESDM DIY sedang menginisiasi penentuan kelas jalan di Provinsi DIY.
“Ini kerja bersama provinsi dan kabupaten/ kota, tapi baru tahap awal banget, baru sifatnya koordinasi dengan kabupaten/kota. Tujuannya untuk mengelompokan jalan berdasarkan fungsi dan identitas lalu-lintas biar jalan mampu menerima beban dan dimensi yang sesuai,” kata Murtoposidi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.