Pemkab Gunungkidul Yakin Perda Tata Ruang Wilayah Terbit Sebelum 7 Oktober
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memberikan bantuan benih padi inbrida kepada petani seberat 108,3 ton. Diharapkan dengan program ini mampu mengoptimalkan produktivitas tanaman pangan di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan pihaknya terus berupaya untuk memperkuat program ketahanan pangan di masyarakat. Selain terus memberikan pendampingan dalam pemeliharaan tanaman pangan, juga diberikan bantuan benih kepada petani.
Tahun ini, sambung dia, sudah disiapkan benih sebanyak 108,3 ton untuk diberikan kepada petani di 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Diproyeksikan bantuan ini bisa dipergunakan untuk menanam di sawah seluas 4.332 hektare.
“Per hektarenya mendapatkan bantuan benih padi inbrida seberat 25 kilogram. Jadi, total ada 108,3 ton benih yang disalurkan ke petani,” katanya, Rabu (8/10/2025).
Ia memastikan, bantuan ini diberikan secara gratis. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan produktivitas padi sehingga dapat memperkuat program ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul.
“Ini juga sebagai upaya agar petani segera melakukan penanaman,” katanya.
Berdasarkan koordinasi dengan BMKG DIY, diperkirakan musim hujan di Gunungkidul terjadi pada dasarian ketiga Oktober atau akhir bulan ini. Oleh karena itu, upaya percepatan masa tanam perlu dilakukan agar hasilnya dapat lebih optimal.
“Selain bantuan benih, kami sudah menginstruksikan kepada petani agar segera mengolah lahan untuk persiapan masa tanam di awal penghujan. Kami juga mengimbau kepada petani segera menebus pupuk subsidi yang telah dialokasikan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan petani sudah mulai menyiapkan lahan untuk ditanami di awal musim penghujan. Diperkirakan luasan lahan tadah hujan di Gunungkidul mencapai 21.000 hektare.
Lahan tadah hujan ini tersebar di sejumlah kapanewon mulai dari Rongkop, Tepus, Girisubo, Tanjungsari, Panggang, Purwosari, dan Gedangsari. “Sudah kami pantau dan petani di kawasan pesisir juga sudah mengolah lahan untuk persiapan musim tanam baru,” katanya.
Guna mengoptimalkan produktivitas tanaman pangan di Gunungkidul, Raharjo mengakui sudah menyiapkan bantuan benih. Benih yang diberikan tidak hanya padi, melainkan juga menyalurkan benih jagung hibrida seberat 75 ton.
Benih ini diperkirakan mampu menanam jagung di lahan seluas sekitar 5.008 hektare. “Per hektarenya butuh benih jagung 15 kilogram,” kata Raharjo.
Ditambahkan dia, upaya pendampingan melalui penyuluh lapangan juga terus dilakukan. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya memastikan proses tanam berjalan dengan baik hingga masa panen tiba.
“Akan terus didampingi guna mengantisipasi adanya serangan hama maupun potensi kegagalan tanam maupun panen. Makanya, terus dilakukan pendampingan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.