Jembatan Jonge Diperbaiki, Jadi Prioritas Infrastruktur di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memberikan bantuan benih padi inbrida kepada petani seberat 108,3 ton. Diharapkan dengan program ini mampu mengoptimalkan produktivitas tanaman pangan di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan pihaknya terus berupaya untuk memperkuat program ketahanan pangan di masyarakat. Selain terus memberikan pendampingan dalam pemeliharaan tanaman pangan, juga diberikan bantuan benih kepada petani.
Tahun ini, sambung dia, sudah disiapkan benih sebanyak 108,3 ton untuk diberikan kepada petani di 18 kapanewon di Kabupaten Gunungkidul. Diproyeksikan bantuan ini bisa dipergunakan untuk menanam di sawah seluas 4.332 hektare.
“Per hektarenya mendapatkan bantuan benih padi inbrida seberat 25 kilogram. Jadi, total ada 108,3 ton benih yang disalurkan ke petani,” katanya, Rabu (8/10/2025).
Ia memastikan, bantuan ini diberikan secara gratis. Hal tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan produktivitas padi sehingga dapat memperkuat program ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul.
“Ini juga sebagai upaya agar petani segera melakukan penanaman,” katanya.
Berdasarkan koordinasi dengan BMKG DIY, diperkirakan musim hujan di Gunungkidul terjadi pada dasarian ketiga Oktober atau akhir bulan ini. Oleh karena itu, upaya percepatan masa tanam perlu dilakukan agar hasilnya dapat lebih optimal.
“Selain bantuan benih, kami sudah menginstruksikan kepada petani agar segera mengolah lahan untuk persiapan masa tanam di awal penghujan. Kami juga mengimbau kepada petani segera menebus pupuk subsidi yang telah dialokasikan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan petani sudah mulai menyiapkan lahan untuk ditanami di awal musim penghujan. Diperkirakan luasan lahan tadah hujan di Gunungkidul mencapai 21.000 hektare.
Lahan tadah hujan ini tersebar di sejumlah kapanewon mulai dari Rongkop, Tepus, Girisubo, Tanjungsari, Panggang, Purwosari, dan Gedangsari. “Sudah kami pantau dan petani di kawasan pesisir juga sudah mengolah lahan untuk persiapan musim tanam baru,” katanya.
Guna mengoptimalkan produktivitas tanaman pangan di Gunungkidul, Raharjo mengakui sudah menyiapkan bantuan benih. Benih yang diberikan tidak hanya padi, melainkan juga menyalurkan benih jagung hibrida seberat 75 ton.
Benih ini diperkirakan mampu menanam jagung di lahan seluas sekitar 5.008 hektare. “Per hektarenya butuh benih jagung 15 kilogram,” kata Raharjo.
Ditambahkan dia, upaya pendampingan melalui penyuluh lapangan juga terus dilakukan. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya memastikan proses tanam berjalan dengan baik hingga masa panen tiba.
“Akan terus didampingi guna mengantisipasi adanya serangan hama maupun potensi kegagalan tanam maupun panen. Makanya, terus dilakukan pendampingan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan jembatan Jonge di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Jumat, untuk mengatahui perkembanganya.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.
Googlebook resmi diperkenalkan sebagai laptop AI Gemini generasi baru. Simak fitur, keunggulan, dan jadwal rilis 2026.
Sebanyak 1.738 SPPG disuspend untuk perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah perketat pengawasan dan buka kanal pengaduan.
Kejagung tegaskan auditor kerugian negara tidak hanya BPK. Simak isi surat edaran terbaru dan penjelasan lengkap terkait Putusan MK 2026.
Bank Jateng resmi meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) UNS dan Gedung UNS Smart yang berlokasi di lingkungan Universitas Sebelas Maret