Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Prevalensi penyakit jantung di DIY sebesar 1,67%, jauh lebih tinggi dibanding prevalensi nasional. Gaya hidup dan pola makan dinilai memengaruhi tingginya prevalensi penyakit jantung di DIY.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang mengacu pada hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi di DIY tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia. Posisi kedua ditempati Papua Tengah dengan prevalensi 1,65%, disusul DKI Jakarta sebesar 1,56%.
Plt Kepala Dinas Kesehatan DIY, Achmad Ahadi, menjelaskan, dari data seluruh rumah sakit di DIY, pada 2024 tercatat 1.120 kasus penyakit jantung dengan 178 kasus meninggal. Jumlah ini menurun dibandingkan 2023 yang mencatat 1.673 kasus dan 210 kasus meninggal.
“Data bersumber dari Surveilans Terpadu Rumah Sakit menunjukkan jumlah pasien yang dirawat karena penyakit jantung koroner dan korban meninggal yang dirawat di rumah sakit. Data tidak secara jelas memilah pasien berasal dari DIY atau luar DIY,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).
Prevalensi penyakit jantung di DIY sebesar 1,67%, lebih tinggi dari prevalensi nasional yang hanya berada di angka 0,85%. Berdasarkan kelompok umur, penderita terbanyak berasal dari kelompok usia di atas 60 tahun. “Namun penyakit jantung koroner pada usia muda juga sudah ada,” paparnya.
Pada 2024, kelompok usia 60–69 tahun penderita penyakit jantung sebanyak 480 kasus, sedangkan pada kelompok usia 70 tahun ke atas sebanyak 311 kasus. Pada tahun yang sama juga tercatat satu kasus dari kelompok usia 1–4 tahun dan empat kasus di kelompok usia 1–11 bulan.
Beberapa penyebab tingginya penyakit jantung di antaranya gaya hidup tidak sehat, termasuk pola makan dan minimnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta kelebihan berat badan hingga obesitas. Penyakit jantung juga kerap disertai penyakit penyerta, seperti diabetes melitus yang paling banyak ditemukan.
Adapun upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan DIY untuk menekan prevalensi penyakit jantung di antaranya melalui sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, pemeriksaan kesehatan gratis, serta skrining penyakit tidak menular. “Kami juga memperkuat pelayanan jantung dan pembuluh darah di kabupaten/kota,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Empat film baru tayang di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Ada Akal Imitasi, Istimewa, Taboo: The Silent Day, dan Urang Bunian.
PSIM Jogja menghadapi Madura United pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Van Gastel siap menghadapi permainan menyerang dan terbuka.
The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi 3,75%-4%, pertama sejak Juli 2023, di tengah tekanan inflasi dan harga energi AS.
KA Bandara YIA resmi dikelola KAI Commuter mulai 17 September 2026. Tarif dan jadwal tetap, tetapi kanal pembelian tiket berubah.
Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda muncul dalam materi Forum PBB di Bangkok yang membahas tambang nikel dan dampak lingkungan. Ini konteksnya.